Indika akan Akuisisi Perusahaan Tambang di Kaltim

Indika akan Akuisisi Perusahaan Tambang di Kaltim

- detikFinance
Kamis, 08 Mei 2008 14:25 WIB
Indika akan Akuisisi Perusahaan Tambang di Kaltim
Jakarta - PT Indika Energy Tbk telah menandatangani Sales and Purchase Agreement (SPA) untuk mengakuisisi 1 perusahaan tambang batubara senilai US$ 100 juta di Kalimantan Timur.

"SPA telah dilakukan. Nilai akuisisinya US$ 100 juta," ungkap Direktur Keuangan Indika, Azis Armand, usai jumpa pers di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (8/5/2008).

Sayangnya ia belum dapat mengungkapkan nama perusahaan batubara tersebut. Namun Azis mengatakan cadangan batubara yang ada di tambang tersebut sekitar 40 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Per tahunnya kami menargetkan dapat memproduksi sekitar 2,25-2,5 juta ton per tahun," ulas Azis.

Terkait dengan akuisisi tersebut, Presiden Direktur Indika, Arsjad Rasjid, mengatakan bahwa perusahaan batubara yang baru diakuisisi tersebut akan berada langsung di bawah Indika.

Jadi akuisisi tidak dilakukan melalui PT Kodeco Jaya Agung, anak usaha Indika di sektor produksi batubara yang sudah existing sebelumnya.

"Perusahaan ini juga tidak akan dijadikan unit usaha tersendiri. Jadi tetap berada langsung dibawah Indika," ujar Arsjad.

Mengenai dana akuisisi, Azis mengungkapkan bahwa dana tersebut bagian dari anggaran yang dipersiapkan perseroan untuk mengembangkan usahanya selama 5 tahun. Dana yang disiapkan sebesar US$ 580 juta.

"Dana tersebut diperoleh dari hasil perolehan IPO, kemudian sisa dana obligasi dan sisanya kas internal," ungkap Azis.

Dana hasil IPO ditargetkan antara Rp 2,156 triliun hingga Rp 2,765 triliun. Sisa dana dari penerbitan obligasi senilai US$ 250 juta pada awal 2007 lalu masih ada sebesar US$ 65 juta.

Sementara diluar anggaran tersebut, Kideco menganggarkan dana US$ 30 juta untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 30 juta ton dari sebelumnya 24 juta ton.

"Kita harapkan kapasitas produksi Kideco sudah bisa mencapai 30 juta ton di akhir 2009," ujar Azis.

Di tahun 2008 ini, Kideco juga menargetkan volume penjualan sebesar 22 juta ton dengan perkiraan harga rata-rata antara US$ 45-48 per ton. Dengan asumsi tersebut, pendapatan Kideco bisa mencapai US$ 990 hingga US$ 1,056 miliar, atau tumbuh 41% hingga 50% dari perolehan di tahun 2007 yang sebesar US$ 702 juta.

Β  (dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads