IHSG dan Rupiah Tergencet BBM

Sesi Siang

IHSG dan Rupiah Tergencet BBM

- detikFinance
Senin, 12 Mei 2008 12:25 WIB
Jakarta - Belum adanya kepastian jadwal kenaikan BBM, membuat pelaku pasar diliputi ketidakpastian dalam berburu saham-saham unggulan. Investor mulai fokus pada dampak sosial kenaikan BBM.

Ini karena gelombang penolakan kenaikan harga BBM yang terus bermunculan yang dikhawatirkan akan membuat suasana politik memanas. Pasar menilai kenaikan BBM lebih cepat lebih baik.

Akibat ketidakpastian jadwal kenaikan BBM ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (12/5/2008) turun 10,898 poin (0,46%) menjadi 2.364,129.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun 25 poin ke posisi 9.260 per dolar AS. Rupiah ambles karena khawatir kenaikan inflasi yang bisa tembus dua digit jika BBM naik.

Perdagangan sesi siang mencatat transaksi sebanyak 27.998 kali, dengan volume 1,182 miliar saham, senilai Rp 1,420 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 87 saham turun dan 70 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 menjadi Rp 11.300, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.850, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 200 menjadi Rp 5.950, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 150 menjadi Rp 6.300.             

Sementara bursa Asia pada siang ini ditutup bervariasi seperti Hang Seng turun 1,52%, Kosdaq naik 0,62%, Seoul turun 1,31%, Nikei naik 0,67%, Shanghai turun 0,55%, STI Singapura naik 0,24% dan Taiwan naik 0,26%.

(ir/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads