Harga Minyak Turun, Saham di Wall Street Positif

Harga Minyak Turun, Saham di Wall Street Positif

- detikFinance
Selasa, 13 Mei 2008 07:25 WIB
Harga Minyak Turun, Saham di Wall Street Positif
New York - Investor saham di Wall Street memanfaatkan penurunan harga minyak dunia ke level US$ 124,23 per barel untuk kembali berburu saham. Penurunan harga minyak sedikit mengurangi kekhawatiran akan tekanan inflasi.

Pada penutupan perdagangan saham Senin waktu AS (12/5/2008) indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,73 poin (1,03%) menjadi 12.877,61. Indeks saham-saham teknologi Nasdaq naik 42,97 poin (1,76%) menjadi 2.488,49 dan Standard & Poor's 500 naik 15,23 poin (1,10%) menjadi 1.403,51.

Investor di Wall Street juga mendapat sentimen positif dari rencana operator Cablevision membeli Newsday dari Tribune Company.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, pasar belum terlalu berani membeli saham dalam jumlah besar karena penurunan harga minyak diyakini hanya bersifat sementara. Harga minyak diprediksi hanya turun sesaat sebelum menembus rekor baru US$ 126 per barel dalam waktu dekat.

Sementara perdagangan saham di dalam negeri masih diselimuti ketidakpastian waktu kenaikan harga BBM. Akibatnya pasar memilih wait and see dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan Selasa (13/5/2008).

Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (12/5/2008) naik 2,976 poin (0,13%) menjadi 2.378,003.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks menguat tipis 2 poin ke level 2.378 dengan transaksi hanya Rp 2,8 triliun menandakan investor cenderung menahan diri masuk ke bursa. Disamping menunggu kepastian kenaikan BBM, melonjaknya harga minyak ke US$ 125/barel bakal membawa sentimen negatif dalam jangka panjang. Saham blue chip relatif sideways-koreksi saat ini sehingga indeks lebih berpotensi melemah dikisaran 2.360-2.380 dengan saham pilihan: TINS, PGAS, UNTR, PTBA dan TBLA.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin terlihat cukup sepi dan ditutup menguat tipis 2,9 poin di level 2378. Sepinya perdagangan kemarin lebih disebabkan karena minimnya sentimen yang masuk ke bursa. Pelaku pasar masih menahan diri untuk masuk ke bursa ditengah belum pastinya angka kenaikan BBM.

Bursa Amerika pada penutupan kemarin menguat sekitar 1% akibat sentimen positif dari terkoreksinya harga minyak dunia yang mengurangi kekhawatiran akan inflasi di US. Sementara mayoritas bursa Asia pada perdagangan pagi ini dibuka menguat seiring penurunan harga minyak global dan membaiknya neraca perdagangan China di bulan April.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak seiring bursa Asia dan Amerika mengikuti sentimen penurunan harga minyak global. Begitu juga berita dari beberapa emiten seperti ANTM, INDF dan BUMI akan mempengaruhi pergerakan indeks yang cenderung menguat. Beberapa saham yang layak dikoleksi antara lain BUMI, ANTM, INDF dan ASII. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2350 - 2400.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads