Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang meningkat, dukungan yang kuat dari Leighton Group dan proteksi arus kas yang kuat. Peringkat tersebut berlaku untuk periode 4 April 2008 - 1 Oktober 2008.
"Akan tetapi, peringkat perusahaan masih dibatasi oleh proyek-proyek perusahaan yang kurang terdiversifikasi dan tingkat leverage yang diproyeksikan meningkat," kata analis Pefindo Andi Setiawan & Ronald Hertanto dalam siaran pers, Rabu (14/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LGCI dimiliki oleh Leighton International Limited, perusahaan sub-holding dari Leighton Holdings Limited (LHLA), grup pengembangan proyek dan konstruksi terbesar di Australia. Selain di Indonesia, bisnis LHLA juga terdapat di negara-negara Asia lainnya.
Leighton Finance International Limited (LFIL), sebuah special purpose vehicle/SPV, telah mengeluarkan surat utang berjangka 5 tahun senilai US$ 110 juta pada Mei 2006. Dana dari penerbitan surat utang tersebut dipinjamkan kepada THCI (PT Thiess Contractors Indonesia/US$ 90 juta) dan LGCI (US$ 18 juta) untuk membayar utang mereka terhadap Leighton Finance Limited (LFI). THCI dan LGCI secara bersamaan maupun terpisah menjadi penjamin dari surat hutang tersebut. (ir/qom)











































