Harga IPO Indika Energy Ditetapkan Rp 2.950

Harga IPO Indika Energy Ditetapkan Rp 2.950

- detikFinance
Sabtu, 24 Mei 2008 14:50 WIB
Harga IPO Indika Energy Ditetapkan Rp 2.950
Jakarta - Harga saham PT Indika Energy Tbk dalam rangka penawaran umum perdana (Initial Public Offerings/IPO) ditetapkan sebesar Rp 2.950 per lembar. Harga itu ditetapkan setelah serangkaian roadshow global.

Harga itu sekaligus merupakan batas tertinggi dari kisaran harga yang diperkirakan sebelumnya, yaitu antara Rp 2.300 ke Rp 2.950 per lembar saham.

Penawaran perdagangan saham Indika Energy ini mendapat respons yang cukup baik dari investor dalam dan luar negeri. Hasil book building menunjukkan saham Indika Energy mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe diatas 17 kali dari total saham yang ditawarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indika Energy sekarang akan melanjutkan proses kelengkapan administratif sebelum masa penawaran dari tanggal 10 hingga 12 Juni 2008. Pencatatan saham Indika Energy diharapkanbisa dilakukan pada 18 Juni 2008 di Bursa Efek Indonesia.

"Kami gembira melihat tanggapan yang luar biasa dari investor dalam dan luar negeri terhadap penawaran umum perdana saham kami," jelas M. Arsjad Rasjid, Direktur Utama, Indika Energy dalam rilisnya yang detikFinance, Sabtu (24/5/2008).

Menurutnya, permintaan yang tinggi itu merupakan bentuk apresiasi dari masyarakat investor di dalam dan luar negeri atas fundamental kinerja keuangan dan operasional, serta prospek yang baik untuk sektor energi di Indonesia dan dunia.

Dalam penawaran saham kali ini, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi efek dan joint domestic bookrunners untuk IPO ini. Citigroup Global Markets Limited dan Deutsche Bank AG ditunjuk sebagai agen penjual internasional untuk saham-saham yang ditawarkan di luar Indonesia.

PT Indika Energy Tbk merupakan perusahaan energi terintegrasi Indonesia yang menawarkan solusi energi terintegrasi kepada pelanggannya di Asia Tenggara dengan investasi terkait di sektor sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur energi.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads