Hal tersebut disampaikan Rusdi Rosman, Direktur Keuangan Kimia Farma usai RUPS di Hotel Manhattan, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
"Kenaikan obat branded 10-15% untuk memfasilitasi kenaikan gaji pegawai yang rencananya kami naikkan 30%, kenaikan listrik akibat BBM dan kenaikan BBM itu sendiri," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kimia Farma sendiri memproduksi sekitar 65 persen obat generik dan sisanya obat bermerek (branded).
Sebenarnya antara obat generik dan obat branded tidak ada pebedaannya, baik dari sisi keamanan maupun khasiat, yang membedakan hanya beberapa zat tambahan yang terdapat di dalam obat generik dan juga dalam bentuk, warna dan kemasannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan obat branded.
Holding BUMN Farmasi
Mengenai rencana pembentukkan holding, Kimia Farma mengaku sudah siap dengan hal itu. Selama 3 tahun terakhir Kimia Farma sudah melakukan sinergi dengan BUMN farmasi lainnya.
"Sinergi tersebut antara lain di bidang pengadaan, pengembangan IT, produksi, marketing dan SDM. Intinya kami sudah siap, baik itu bentuknya merger, akuisisi atau holding. Dan saya kira pemegang saham sudah membahas mengenai opsi-opsi tersebut," jelasnya. (ddn/qom)











































