"Sudah sekitar dua tahun kami menunda kenaikan harga obat branded. Namun dengan adanya kenaikan BBM, kami akan menaikkan harga sekitar 10-15%, tidak banyak kok," ujar Direktur Keuangan INAF, Deden Edi Sutrisna saat dihubungi detikFinance, Rabu (27/5/2008).
Deden mengungkapkan bahwa kenaikan BBM tidak berpengaruh secara langsung pada produksi perseroan, melainkan lebih kepada di divisi distribusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kenaikan harga obat generik, Deden menyatakan pihaknya tidak berwenang untuk memutuskan hal itu.
"Wewenang opsi menaikkan obat generik ada di pemerintah. Namun selama dua bulan ke depan kami akan melakukan evaluasi produk generik dan hasilnya akan kami rekomendasikan ke Departemen Kesehatan untuk dipertimbangkan," ulas Deden.
Sehubungan dengan itu, Deden juga mengatakan bahwa walaupun kenaikan BBM mungkin berdampak pada penurunan daya beli masyarakat, namun hal itu tidak mempengaruhi target penjualan perseroan di tahun 2008 ini. Target penjualan INAF di 2008 sebesar Rp 1,8 triliun.
"Daya beli mungkin menurun, tapi konsumen akan tetap membutuhkan obat. Mereka akan cenderung memilih obat generik karena harganya yang murah. Jadi secara bisnis, justru ini moment opportunity bagi produk generik," ujar Deden. (dro/ddn)











































