"Untuk kebutuhan batubara power plant tersebut, PLN akan membuka tender minimal pada dua perusahaan, dengan tujuan menjaga risiko supply. Insya Allah Kideco dapat menjadi salah satu pemenang tender tersebut," ujar Direktur Utama Indika, Arsjad Rasjid saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/6/2008).
Arsjad mengungkapkan bahwa semua kebutuhan batubara untuk proyek tersebut menjadi tanggung jawab PLN. Namun Kideco akan ikut dalam tender pasokan batubara di proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada April 2006 lalu, Marubeni Corp memenangkan tender proyek Independent Power Producer (IPP) yang dibuka oleh PT PLN kepada investor asing. Kapasitas power plant yang telah dimenangkan Marubeni tersebut sebesar 660 megawatt.
"Proyek tersebut merupakan IPP pertama yang ditender kepada investor internasional sejak krisis," ujar Arsjad.
Dalam proyek yang ditargetkan rampung dan operasi pada Agustus 2011 tersebut, Marubeni menggandeng Korea Midland Power (Komipo-Korea), Samtan Co Ltd (Korea), dan PT Tripatra Engineering and Constructors (anak usaha Indika Energy).
"Nama join venture-nya PT Cirebon Electric Power (CEP). Komposisinya Marubeni 32,5%, Komipo 27,5%, Samtan 20% dan Tripatra 20%," ulas Arsjad.
Nilai proyek ini diperkirakan sebesar US$ 750 juta. Komposisi pendanaannya, equity bersama 30% dan 70% pinjaman bank.
"Fasilitas pinjaman telah kami peroleh dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC), The Export-Import Bank of Korea dan beberapa bank lainnya," ujar Arsjad. (dro/ir)











































