Pada perdagangan Senin (9/6/2008), rupiah dibuka merosot hingga 9.350 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.305 per dolar AS.
Jika aksi jual di pasar saham dan obligasi kembali berlangsung, maka pelemahan rupiah lebih lanjut diprediksi akan terjadi. Namun BI bisa dipastikan akan terus menjaga rupiah agar tidak terpuruk lebih jauh. BI sudah berkali-kali menyatakan akan menjaga volatilitas rupiah meski tak memasang target pada range tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































