"Nilai tukar yuan bukanlah alasan utama defisit perdagangan AS. Mengutak-atik yuan juga bukan merupakan ramuan mujarab untuk mengatasi defisit AS itu," ujar juru bicara kementerian luar negeri China Jiang Yu seperti dikutip AFP, Selasa (17/6/2008).
Pernyataan Jiang Yu itu mencuat menjelang pertemuan Dialog Ekonomi Strategis China-AS pada 17-18 Juni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, Jiang mengatakan China akan tetap melanjutkan reformasi dalam mekanisme nilai tukar yuan.
China meninggalkan sistem peg atas yuan di bulan Juli 2005. Sejak itu yuan terus menguat terhadap dolar AS. Kini penguatannya sudah mencapai 17,5 persen, namun AS memandang penguatan ini belum cukup.
Jiang mengatakan China selalu memperhatikan kekhawatiran AS akan pengaruh yuan terhadap defisit perdagangan AS.
"Kami siap untuk membuat langkah bersama dengan AS untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," ujarnya.
(ddn/ddn)










































