Tak Ada Tepuk Tangan Buat Verena

Listing Perdana

Tak Ada Tepuk Tangan Buat Verena

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2008 10:05 WIB
Tak Ada Tepuk Tangan Buat Verena
Jakarta - Selama sekitar 2 menit otoritas Bursa Efek Indonesia, direksi perusahaan dan panitia listing saham PT Verena Oto Finance Tbk hanya bisa terdiam melihat pergerakan debut sahamnya yang langsung turun.

Tidak ada gemuruh tepuk tangan yang biasanya menggema di lantai BEI ketika ada emiten anyar yang baru masuk. Saham Verena benar-benar apes di tampilan perdananya.

Pada awal perdagangan saham pukul 09.31 JATS, Rabu (25/6/2008) saham dengan kode VRNA itu turun Rp 10 atau 10% menjadi Rp 90.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketidakberuntungan saham Verena di hari perdana listing mengingatkan investor pada listing saham PT Ciputra Properti Tbk pada tahun 2007. Saham perusahaan properti ini langsung turun di awal listing-nya dan harus susah payah untuk melesat tajam.

Dirut PT Verena Oto Finance Tbk Hadi Budiman mengatakan penurunan saham perusahaan di luar kemampuan manajemen karena pasar yang bicara.

"Kita kan nggak bisa mengendalikan pasar untuk mendorong saham itu naik atau turun. Yang bisa kita lakukan adalah mengelola harga saham dengan baik," kata Hadi.

Hadi optimistis sahamnya akan kembali naik karena kinerja perseroan triwulan II sangat positif. "Kita selalu optimistis, kinerja triwulan II bagus, pokoknya perkembangannya positif. Jadi kita harap bisa mengangkat harga saham nantinya, tapi semua itu tergantung pasar," katanya.

Sedangkan dirut BEI, Erry Firmansyah menilai penurunan saham Verena di hari pertama listing bukan hal yang luar biasa.

"Ini biasa memang market seperti ini, ini bukanlah hal yang luar biasa beberapa pernah seperti Ciputra," katanya.

Saham Verena berada di papan pengembangan dengan mencatatkan saham sebanyak 1,002 miliar saham, terdiri dari saham pendiri 542 juta saham dan saham hasil penawaran umum (IPO) 460 juta saham. Saham Verena ditawarkan pada harga Rp 100 dan nilai nominal Rp 100.Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Evergreen Securities dan Victoria Securities. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads