Artalyta Dicopot dari Komisaris OMRE

Artalyta Dicopot dari Komisaris OMRE

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2008 16:47 WIB
Artalyta Dicopot dari Komisaris OMRE
Jakarta - Perusahaan properti, PT Indonesia Prima Properti Tbk (OMRE) sepakat mengganti posisi Wakil Presiden Komisaris Artalyta Suryani yang kini menjadi tersangka penyuapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Boediman Gozali.

Keputusan tersebut tertuang dalam hasil rapat umum pemegang saham tahunan OMRE di Grand Tropic Suites Hotel, Jalan S Parman, Jakarta, Rabu (25/6/2008).

Susunan direksi dan komisaris tidak banyak mengalami perubahan kecuali hilangnya nama Artalyta. Susunan direksi adalah Presdir: Husni Ali, Wapresdir: H. Muh. Eddy Gozali, Direktur: Chiu Man Sing, Ng Haker Larson dan direktur tidak terfailiasi Njudarsono Yusetijo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan jajaran komisaris adalah Presiden Komisaris: Soedibyo, Wapreskom: Boediman Gozali, Komisaris Independen: Matheus Rukmasaleh Arif dan Satriyana.

RUPST juga menyetujui tidak adanya pembagian dividen atas laba bersih tahun 2007 yang mencapai Rp 14,740 miliar.

Proyek properti OMRE meliputi perumahan seperti Bukit Tiara Tangerang. Hotel dan apartemen seperti Hotel Novotel di Surabaya, Ibis Hotel Surabaya, Puri Casablanca Jakarta. Pusat perbelanjaan Mal Blok M Jakarta dan Plaza Parahyangan Bandung. Perkantoran Wisma Sudirman Jakarta.

PT Indonesia Prima Properti Tbk dulunya bernama PT Ometraco Realty (Ometraco Group) tapi kemudian diakuisisi oleh Gajah Tunggal Group Tahun 1995.

Per 30 April 2008 data pemegang saham OMRE adalah First Pacific capital Group Limited sebesar 90,09%. Saham milik PT Gajah Tunggal Mulia yang per September 2007 sebesar 18,46% sudah diambil alih First Pacific, bendera perusahaan keluarga Salim.

Sementara dalam bahan paparan publiknya perseroan menyebutkan kenaikan harga BBM akan meningkatkan harga-harga bahan bangunan untuk pengembangan dan pembangunan properti baru.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads