Multistrada Genjot Penjualan Lokal

Multistrada Genjot Penjualan Lokal

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2008 19:04 WIB
Multistrada Genjot Penjualan Lokal
Jakarta - PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), produsen ban achilles meningkatkan porsi penjualan ban di pasar dalam negeri, sebagai strategi mempertahankan kinerja ditengah kenaikan harga bahan baku dan BBM.

"Tahun ini komposisi penjualan ban ke pasar lokal dan ekspor masing-masing 25% dan 75%. Tahun lalu komposisinya masing-masing 20% dan 80%," ujar Direktur MASA, Yohanes Ade, usai RUPS Tahunan di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (25/6/2008).

Pengalihan sebagian penjualan ban pasar luar negeri tersebut terkait akan dinaikkannya harga jual ban untuk pasar lokal sebesar 10% tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenaikan BBM menyebabkan kenaikan harga bahan baku. Jadi kami akan menaikkan harga kira-kira 10%," ungkap Yohanes.

Yohanes mengungkapkan, harga ban untuk pasar ekspor telah dinaikkan tahun lalu. Akibat melonjaknya harga bahan baku ditambah kenaikan BBM mendorong perseroan merubah strategi penjualannya dengan meningkatkan pasar dalam negeri.

Selain itu, tahun ini perseroan akan menambah kapasitas produksinya sebesar 55,48%. Tahun lalu kapasitas produksi MASA untuk ban mobil sebanyak 13.400 unit per hari dan ban sepeda motor 3000 unit per hari, atau totalnya sebanyak 16.400 unit per hari.

"Tahun ini kapasitas produksi ban mobil akan menjadi 17.500 unit per hari dan ban sepeda motor menjadi 8.000 unit per hari, atau total sebanyak 25.500 unit per hari," papar Yohanes.

Untuk keperluan penambahan kapasitas tersebut, perseroan menganggarkan dana sebesar US$ 70 juta.  Pendanaannya dari kas internal US$ 30 juta. Sedangkan sisanya US$ 40 juta dari pinjaman bank.

"Fasilitas pinjaman telah kami peroleh dari bank Niaga. Pencairannya sudah dilakukan secara bertahap. Tahun ini akan kami cairkan US$ 30 juta," ulas Yohanes.

Sementara itu, dalam RUPS Tahunan yang baru saja dilangsungkan, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 6,1 miliar atau setara Rp 1 per saham.

"Total dividen tersebut setara dengan 21% dari laba bersih 2007 yang sebesar Rp 29 miliar. Sebesar Rp 100 juta untuk dana cadangan, sisanya untuk laba ditahan," ujar Yohanes.


(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads