Harga minyak di New York menyentuh rekor baru US$ 139,64 per barel bahkan sempat di atas US$ 140,56 per barel yang membuat pelaku pasar cemas.
Harga minyak yang tinggi akan membuat APBN kepayahan karena dana subsidi meningkat serta ancaman inflasi yang bisa lebih tinggi lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 5,103 poin (1,03%) menjadi 492,072 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,906 poin (0,91%) menjadi 427,546.
Penurunan IHSG mengikuti anjloknya bursa regional yang melemah signifikan di penutupan akhir pekan ini. Bursa kawasan yang turun adalah Australia turun 1,33%, Hang Seng turun 1,84%, Seoul turun 1,93%, Nikkei turun 2,01%, Shanghai turun 5,29%, STI Singapura turun 1,04% dan Taiwan turun 3,37%.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 52.072 kali, dengan volume 3,216 miliar unit saham, senilai Rp 4,333 triliun. Sebanyak 70 saham naik, 125 saham turun dan 64 saham stagnan.
Saham-saham yang merosot harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 650 menjadi Rp 12.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 19.250, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 8.200, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.300, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 5.050.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Indosat (ISAT) naik Rp 400 menjadi Rp 6.800, Bank Internasional Indonesia (BNII) naik Rp 25 menjadi Rp 460 dan Bakrie & Brothers (BNBR) naik Rp 20 menjadi Rp 530.
(ir/ddn)











































