Pada perdagangan saham pukul 09.30 JATS, Jumat (11/7/2008) saham KBRI naik Rp 125 (48,08%) menjadi Rp 385.
Saham KBRI yang dicatatkan di BEI sebanyak 3,860 miliar saham. Terdiri dari saham pendiri (Seri A) 2,5 miliar saham, serta saham hasil penawaran IPO (Seri B) sebanyak 1,360 miliar saham.
Harga saham KBRI dipatok Rp 260 per saham. Sedangkan nilai nominal seri A Rp 200 per saham dan seri B Rp 100 per saham.
Saham KBRI dicatakan di papan pengembangan dengan kode perdagangan KBRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk mempunyai tiga anak usaha yaitu PT Kertas Basuki Rachmat (KBR) yang berbasis di Banyuwangi. Perusahaan juga memiliki PT Kertas Blabak di Magelang dan PT HTI Basuki Rahmat.
Dana hasil IPO rencananya akan digunakan untuk dana pengambilalihan 65,9% saham di KBR dan untuk modal kerja. Sedangkan dana hasil penjualan waran untuk tambahan modal kerja di perseroan dan KBR.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Henan Putihrai. Pemegang saham setelah IPO adalah pemegang saham pendiri seri A yaitu Boediono 45,27%, PT Malindo Nusantara Cemerlang 33,33%, Yusuf Ardhi 0,02% serta masyarakat (saham seri B) 21,38%.
Pada 31 Desember 2007 perseroan memiliki total aset Rp 1,306 triliun. Pendapatan usaha Rp 201,317 miliar dan rugi bersih Rp 57,779 miliar.
KBRI merupakan emiten saham ke-13 di BEI tahun 2008. Sebelumnya, sudah ada 12 emiten saham baru yang listing yaitu PT Bank Ekonomi Raharja Tbk, PT Bekasi Asri Pemula Tbk, PT Triwira Insanlestari Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Yanaprima Hastapersada, PT BTPN Tbk dan PT Kokoh Inti Arebama, PT Gozco Plantation Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Verena Oto Finance Tbk dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. (ir/ir)











































