Bosowa Minta Bhakti Turunkan Harga Divestasi CMNP

Bosowa Minta Bhakti Turunkan Harga Divestasi CMNP

- detikFinance
Selasa, 22 Jul 2008 08:40 WIB
Bosowa Minta Bhakti Turunkan Harga Divestasi CMNP
Jakarta - Grup Bosowa minta PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dan afiliasinya menurunkan harga yang ditawarkan untuk divestasi sahamnya di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

"Kalau Bhakti mau turunkan harga tawarannya, tentu kami siap melakukan negosiasi lebih jauh," ujar CEO Grup Bosowa, Erwin Aksa saat dihubungi, Senin malam (21/7/2008).

Grup usaha milik Hary Tanoesoedibjo memang saat ini sedang berencana melakukan divestasi atas kepemilikan sahamnya di CMNP. Hary menguasai sekitar 38% saham di CMNP melalui BHIT (19,3%), PT Bhakti Securities (7,81%) dan sisanya 10,89% melalui sejumlah pihak terafiliasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwin enggan membeberkan harga per saham yang ditawarkan oleh grup Bhakti untuk saham CMNP.

"Tidak etis kalau saya sebut harganya, karena kami masih negosiasi. Namun yang jelas harga tersebut terlalu tinggi bila dibandingkan harga pasar, apalagi saat kondisi pasar sedang seperti ini," jelas Erwin.

Hary Tanoe dikabarkan menawarkan harga lebih tinggi 60% dibandingkan harga perdagangan saham CMNP di lantai bursa. Pada penutupan perdagangan hari Senin (21/7/2008) saham CMNP ada pada harga Rp 1.250 per saham. Jumlah saham yang akan didivestasikan sekitar 760 juta saham.

Berita yang beredar di kalangan pelaku pasar, Hary berniat melepas sahamnya di CMNP menyusul kegagalannya untuk menempatkan orangnya pada jajaran direksi dan komisaris perseroan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) belum lama ini.

Sebaliknya, kelompok Siti Hardiayanti Rukmana (Mbak Tutut) yang didukung oleh Robby Sumampow dan Anthony Salim sukses menempatkan orang-orang baru.

Beberapa diantaranya adalah Shadik Wahono sebagai direktur Utama, A Subowo sebagai Presiden Komisaris, Anton Aditya selaku Komisaris dan Danty Indriastuti (putri Mbak Tutut) sebagai Komisaris serta Ievan Daniar Sumampow (anak Robby) sebagai Komisaris. Shadik menggantikan Daddy Hariadi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham CMNP lainnya adalah Heffernan Internasional Ltd (7,2%), Remington Gold Ltd (5,23%) dan Ievan Daniar Sumampow (5,13%).

Tutut memiliki CMNP melalui Heffernan dan Remington, sedangkan Anthony diduga melalui kepemilikan saham publik.

Alasan lain yang diperkirakan mendasari rencana divestasi tersebut, dipicu oleh kondisi keuangan PT Citra Margatama Surabaya (CMS), anak usaha perseroan yang kini mengoperasikan jalan tol Waru-Bandara Juanda (12 km).

Kinerja CMS dinilai buruk. Sebab jalur tersebut tidak berhasil memenuhi target jumlah kendaraan harian, sehingga mempengaruhi pembukuan keuangan induknya, CMNP.

Tidak tercapainya target tersebut akibat belum dibangunnya jalan tol pendukung yakni Waru-Mojokerto, Waru-Tanjung Perak dan jalan bukan tol Surabaya Middle Eastern Ring Road. Jika rampung, volume kendaraan akan mencapai target.

Sementara selain Bosowa, grup Hary Tanoe juga dikabarkan menawarkan sahamnya di CMNP pada grup Bakrie dan Saratoga Investama. Namun ketika dikonfirmasi, dua grup tersebut mengelak.

"Kalau ke kami sih belum, tapi mungkin langsung ditawarkan ke holding (BNBR)," ujar Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), Hiramsyah S Thaib.

Namun Hiram tidak mengelak mengakui pihaknya tertarik masuk ke CMNP. "Saat ini kan salah satu fokus kami memang di jalan tol. Jadi kalau feasible, kenapa tidak," ujarnya.

Sementara Presiden Direktur PT Saratoga Investama, Sandiaga S Uno, ketika dikonfirmasi menyatakan belum menerima penawaran saham CMNP.

"Belum ada penawaran," ujar dia singkat.

(dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads