Demikian disampaikan oleh Dirut PLN Fahmi Mochtar usai acara Rakortas di Menko Perekonomian, di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (24/7/2008).
"Kita akan obligasi Rp 3 triliun , selain itu akan ada lagi yaitu sebesar Rp 10 triliun untuk memenuhi kebutuhan operasioanl PLN sedang meminta persetujuan pemerintah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya PLN sudah memastikan melakukan obligasi Rp 3 triliun untuk program 10.000 MW tahap pertama.
"Kita baru minta perizinan, yang Rp 10 triliun untuk kebutuhan-kebutuhan PLN. Tahun ini rencananya untuk RKAP PLN. 5 underwriter masih dalam proses, nanti kita cek lagi masih dievaluasi ya untuk opex (operational expenditure), detilnya belum tahu," katanya.
Mengenai kondisi pasar yang sedang tidak bagus untuk melakukan global bond, Fahmi mengakui kalau itu masih menjadi pertimbangan PLN.
"Kita akan lihat dulu, akan kita lihat lagi," katanya.
Dikatakan oleh Fahmi bahwa penerbitan obligasi global ini murni untuk kebutuhan operasional PLN, atau di luar dari kebutuhan program 10.000 mega watt tahap kedua. (hen/ir)











































