Turunnya bursa regional seperti Hang Seng turun 1,5%, Seoul turun 1,73%, KOSPI turun 1,95%, Nikkei turun 1,97%, Shanghai turun 1,55%, STI Singapura turun 1,74% dan Taiwan turun 1,82% membuat IHSG ikut terseret ke jalur merah. Bursa regional anjlok karena mengikuti pelemahan Wall Street setelah keluarnya data perumahan di AS yang tidak menggembirakan.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (25/7/2008) IHSG turun 11,710 poin (0,52%) menjadi 2.245,344. Indeks LQ-45 turun 3,672 poin (0,78%) menjadi 467,290 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,653 poin (0,18%) menjadi 371,980.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung dilakukan investor dengan melepas saham-saham bank meski saat ini kinerja emiten perbankan semester I-2008 mulai keluar dan mencatat pertumbuhan positif.
Saham-saham yang merosot harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.950, Bank Negara Indonesia (BBNI) turun Rp 70 menjadi Rp 1.360, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.750, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 6.000, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 2.900 dan International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 25 menjadi Rp 4.325, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 475.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, PP London Sumatra (LSIP) naik Rp 750 menjadi Rp 7.900 dan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 80 menjadi Rp 1.400 dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.550 menjadi Rp 21.750. (ir/qom)











































