"Kami belum merubah jadwal listing. Target kami masih 8 Agustus 2008," ujar Corporate Secretary Bayan, Jenny Quantero saat dihubungi detikFinance, Senin (28/7/2008).
Rencananya, Bayan akan melaksanakan IPO pada Agustus mendatang. Jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 833.333.500 saham diharga Rp 5.800 per saham. Target dananya Rp 4,83 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga kini pernyataan efektif Bapepam belum dikantongi oleh Bayan, sehingga ada kemungkinan terjadi perubahan jadwal listing.
"Kami harapkan efektif keluar minggu ini, agar tidak ada perubahan jadwal listing," ujar Jenny.
Sehubungan dengan itu, sebagaimana dikatakan oleh Bapepam pagi tadi, salah satu yang masih menjadi pembicaraan terkait penundaan efektif IPO Bayan adalah adanya tuntutan sengketa lahan konsesi tambang Bayan, PT Perkasa Inaka Kerta (PIK) oleh Plt Bupati Kutai Timur.
Tuntutan tersebut menuding PIK beroperasi diatas lahan milik PT Porodisa Trading. Staf Bupati Kutai Timur ketika dihubungi detikFinance pagi tadi menyatakan akan membawa masalah ini hingga ke tingkat pengadilan dan meminta Bayan menghentikan sementara lahan yang sedang dalam tuntutan hukum.
"Tanggapan kami sama seperti KPC. Kami akan tetap melanjutkan kegiatan penambangan disana," ujar Jenny. (dro/ir)











































