Saham Energi Waspadai Turunnya Harga Minyak

Saham Energi Waspadai Turunnya Harga Minyak

- detikFinance
Selasa, 05 Agu 2008 07:14 WIB
Saham Energi Waspadai Turunnya Harga Minyak
Jakarta - Terpangkasnya harga minyak dunia yang kini US$ 121 per barel akan membuat saham-saham tambang dan energi tertekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bebas ke zona positif.

Turunnya harga minyak memberikan indikasi saatnya konsolidasi saham-saham di sektor tambang sehingga pelaku pasar masih akan melanjutkan aksi ambil untung.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (5/8/2008) IHSG diprediksi akan mengalami tekanan lagi karena banyaknya sentimen negatif di pasar global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih, saham-saham di Wall Street pada awal pekan Senin (4/8/2008) juga meluncur negatif karena sedang menanti hasil rapat the Fed pada Selasa waktu AS (Selasa malam waktu Indonesia).

Indeks Dow Jones turun 42,17 poin (0,37%) menjadi 11.284,15, Nasdaq turun 25,40 poin (1,1%) menjadi 2.285,56 dan S&P 500 turun 11,3 poin (0,9%) menjadi 1.249,01.

Pelaku pasar di AS memprediksi the Fed akan mempertahankan suku bunga 2% meski inflasi tahunan di AS sudah mencapai 4,2%.

Di sisi lain, pelaku pasar dalam negeri juga sedang menunggu hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia Selasa siang ini yang akan menentukan besaran bunga acuan atau BI Rate dari posisi saat ini 8,75%.

Ada tarik menarik soal suku bunga BI Rate ini, dimana BI menyiratkan suku bunga acuan masih punya peluang naik karena tekanan inflasi year on year (YoY) hingga Juli yang sebesar 11,9%.

Namun kalangan perbankan dan Bappenas meminta BI jangan lagi menaikkan suku bunga karena kebijakan moneter saat ini dinilai sudah cukup ketat.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin kemarin (4/8/2008) IHSG anjlok 21,075 poin (0,94%) menjadi 2.227,675.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG seperti yang telah diantisipasi kemarin bergerak melemah didorong oleh melemahnya saham pertambangan. Penurunan kemarin mengindikasikan trend bearsih untuk jangka pendek. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed. Pergerakan sektor perbankan hari ini akan dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) terkait BI Rate. Kisaran support-resistance 2.208-2.249.

eTrading Securities

Pedagangan US kemarin malam terkoreksi -0,37% menjadi 11.284, dikarenakan kekawatiran investor dengan angka inflasi. Namun teredam oleh melemahnya Minyak dunia yang telah menyentuh level $120/barrel atau telah turun 18% dari titik tertingginya $147/barrel.Β  Data daya beli masyarakat US melemah -0,2% dan diperkirakan The Fed akan menahan pemangkasan Fed rate.

Di Indonesia, market di tutup -0,9% kemarin, pengerak terbesar berasal dari counter komoditas ie. BUMI -4,9% dan PGAS -9% namun teredam oleh penguatan TLKM +4%. Investor kembali kawatir dengan penurunan komoditas across-the-board dan mengalokasikan portofolio ke saham defensive, yaitu
TLKM

Untuk perdagangan hari ini, Indeks diperkirakan akan side-way. Penurunan harga minyak dunia akan menjadi sentiment negative ke counter komoditas, namun counter energy-insentive akan mampu memberi penahan. Pengumuman BI rate hari ini akan menjadi penentu pergerak market. Diperkirakan BI akan
menaikan suku bunga 25-50bps dari rate saat ini 8,75%. Range indeks diperkiran bekisar antara 2.210 – 2.240. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads