Pada perdagangan valas pukul 07.45 WIB, Senin (11/8/2008) rupiah ada di level 9.255 per dolar AS dan ditransaksikan dikisaran 9.250-9.260 per dolar AS.
Jika merujuk pada penutupan Jumat pekan lalu (8/8/2008) yang ada di level 9.165 per dolar AS, posisi rupiah pagi ini sangat berfluktuatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa hari terakhir, dolar AS memang menguat terhadap semua mata uang dunia. Penguatan tersebut terutama disebabkan ECB tidak menaikkan tingkat suku bunganya," ujarnya ketika dihubungi akhir pekan lalu.
Menurut Farial, investor semula memiliki ekspektasi European Central Bank (ECB) akan menaikkan tingkat suku bunganya. Namun bank sentral Eropa itu memutuskan tidak menaikkan suku bunganya tetap 4,25%.
"Namun ternyata ECB tidak menaikkan suku bunganya. Hal ini menimbulkan perbedaan ekspektasi sehingga menimbulkan sentimen negatif yang kemudian mendorong penguatan mata uang dolar AS," papar Farial.
Farial juga melihat pada dasarnya tidak alasan kuat yang dapat menyebabkan penurunan rupiah. Oleh karena itu Farial menilai penurunan rupiah lebih didorong pada sentimen negatif terhadap euro yang kemudian mendorong penguatan dolar AS terhadap semua mata uang dunia. (ir/ir)
