Turunnya harga minyak dunia ke US$ 116 per barel membuat saham-saham tambang banyak dilepas pelaku pasar. Turunnya harga minyak dikhawatirkan akan menyeret pelemahan harga komoditas seperti tambang dan batubara.
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (11/8/2008) IHSG turun tajam 40,522 poin (1,85%) menjadi 2.155,404.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG bergerak melawan arus dibanding bursa kawasan yang Senin siang ini justru kebanyakan menguat seperti Hang Seng naik 1,49%, Seoul naik 1,31%, KOSPI naik 1,41%, Nikkei naik 2,15%, STI Singapura naik 1,09% dan Taiwan naik 1,95%. Hanya bursa Shanghai yang turun tajam sekitar 50 poin atau 1,94%.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi siang ini juga berlangsung tipis dengan frekuensi sebanyak 23.791 kali, dengan volume 1,093 miliar unit saham, senilai Rp 1,715 triliun. Sebanyak 28 saham naik, 129 saham turun dan 51 saham stagnan.
Saham-saham yang merosot harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 450 menjadi Rp 5.200, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 950 menjadi Rp 17.550, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 12.900, Indika Energy (INDY) turun Rp 275 menjadi Rp 2.625 dan imah (TINS) turun Rp 275 menjadi Rp 2.700.
(ir/qom)











































