Libur Panjang, Investor Amankan Saham-saham Unggulan

Libur Panjang, Investor Amankan Saham-saham Unggulan

- detikFinance
Jumat, 15 Agu 2008 07:48 WIB
Libur Panjang, Investor Amankan Saham-saham Unggulan
Jakarta - Pelaku pasar mulai siap-siap libur panjang hari kemerdekaan dengan mengamankan saham-saham unggulan yang masih punya potensi bagus. Saham komoditas tetap jadi perhatian.

Bursa saham akan libur pada 18 Agustus 2008 karena merupakan hari libur nasional hari kemerdekaan.Β  Laporan nota keuangan RAPBN 2009 yang disampaikan Presiden SBY di DPR hari ini juga menjadi fokus pasar.Β 

Investor juga masih akan merespons positif semtimen angka pertumbuhan ekonomi (PDB) triwulan II-2008 yang mencapai 6,39% sebagai peluru baru untuk melakukan pembelian selektif.
Β Β Β Β 
Sudah rendahnya harga saham-saham komoditas juga akan membuat pelaku pasar kembali mengoleksi saham-saham tersebut. Namun pelaku pasar akan lebih hati-hati karena harga minyak yang masih fluktuatif yang saat ini turun ke US$ 115 per barel dari hari sebelumnya US$ 116 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara saham-saham di Wall Street naik terbatas dengan sentimen positif dari penurunan harga minyak yang diharap bisa mengurangi tekanan inflasi. Saham-saham sektor keuangan yang sebelumnya terkena derasnya aksi jual akhirnya rebound.

Indeks Dow Jones ditutup naik 82,97 poin (0,72%) ke level 11.615,93, Nasdaq naik 25,05 poin (1,03%) ke level 2.453,67 dan S&P naik 7,10 poin (0,55%) ke level 1.292,93.
Β Β 
Sementara pada penutupan perdagangan saham, Kamis kemarin (14/8/2008) IHSG naik 43,121 poin (2,09%) menjadi 2.106,642.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Kemarin IHSG bergerak menguat (+2.09%) didorong oleh naiknya saham berbasis komoditas, menyusul rebound harga minya mentah dunia. Kenaikan harga minyak diikuti oleh kenaikan harga komoditas nikel, timah, dan CPO. Terlihat bahwa pergerakan harga minyak mentah masih menjadi katalis bagi pergerakan indeks. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak menguat. Disamping memantau perkembangan harga komoditas, investor diperkirakan melakukan trading pada saham perkebunan dan pertambangan yang sudah oversold. Secara teknikal, terlihat adanya sinyal konfirmasi bullish reversal. Kisaran support-resistance 2.075-2.124.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin, seperti yang telah diprediksikan, akhirnya mampu bangkit dan keluar dari tekanan bearish setelah kemarin berhasil menguat dengan ditopang oleh saham-saham sektor komoditi seiring reboundnya harga komoditas dunia dan pertumbuhan GDP yang membaik di level 6,39%. Indeks berhasil menguat signifikan 2,08% ke level 2106,6.

Sementara bursa US semalam berhasil rebound setelah selama 2 hari berturut-turut mengalami pelemahan signifikan. Penguatan bursa US semalam akibat kembali terkoreksinya harga minyak dunia ke level US$115/barrel. Namun begitu, terjadi kenaikan angka inflasi di US, dimana inflasi MoM bulan July melonjak menjadi 0,8% tertinggi selama 17 tahun terakhir. Namun bursa US akhirnya berhasil menguat seiring reboundnya saham-saham sektor finansial yang kemarin turun tajam dan better-then-expected 1H08 results dari Wal-Mart Stores Inc. Terkait hal ini, bursa-bursa Asia dibuka mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.

Bursa Indonesia sendiri pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan mampu meneruskan penguatannya meski akan tertahan oleh badai profit taking setelah kemarin saham-saham menguat tajam. Investor diperkirakan masih akan melakukan short-term trading dan akan merealisasikan keuntungannya hari ini. Sektor CPO dan batubara diperkirakan akan meramaikan bursa hari ini dengan rentang pergerakan indeks pada kisaran 2075-2115. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads