Bakrie and Brothers Gadaikan 28,25% Saham BUMI US$ 1,4 Miliar

Bakrie and Brothers Gadaikan 28,25% Saham BUMI US$ 1,4 Miliar

- detikFinance
Rabu, 20 Agu 2008 18:04 WIB
Bakrie and Brothers Gadaikan 28,25% Saham BUMI US$ 1,4 Miliar
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menggadaikan 28,25% kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ke beberapa bank asing. Dana yang diperoleh mencapai US$ 1,4 miliar.

"Jadi total saham yang digadaikan sekitar 28,25%. Dana yang kami peroleh sekitar US$ 1,4 miliar," ungkap Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/8/2008).

Setelah merampungkan rights issue senilai Rp 40,118 triliun bulan lalu, BNBR mengambil alih 35% saham BUMI senilai Rp 36,9 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun terhitung tanggal 21 Juli 2008, kepemilikan saham BNBR di BUMI hanya tersisa 7,44% dari sebelumnya 15,55%. Artinya telah terjadi perubahan sebesar 7,99%.

"Kepemilikan saham kami tetap 35% di BUMI. Angka 7,99% itu adalah saham yang kami gadaikan ke ICICI dan JP Morgan beberapa waktu lalu untuk memperoleh pinjaman masing-masing US$ 150 juta dan US$ 150 juta. Sedangkan bank Danamon adalah bank kustodian yang kami tunjuk untuk keperluan ini," ulas Yuanita.

Pada 8 Agustus 2008, komposisinya kepemilikan BNBR di BUMI kembali menurun menjadi 6,75%. Mengenai hal ini, Yuanita belum dapat menjelaskan lebih jauh detilnya.

Namun diluar 7,99% saham yang digadaikan ke ICICI dan JP Morgan, artinya masih ada sejumlah 20,26% saham BNBR di BUMI yang digadaikan.

"Sisa saham yang lainnya digadaikan ke Odickson Finance untuk memperoleh pinjaman sebesar US$ 1,1 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang perseroan," ujar Yuanita.

Dengan demikian total dana yang diperoleh BNBR melalui penggadaian 28,25% sahamnya di BUMI mencapai US$ 1,4 miliar.

Meski Yuanita tidak menyebutkan mengenai pelunasan hutang-hutang tersebut, namun berdasarkan catatan detikFinance, BNBR masih memiliki hutang ke Barclays Capital sebesar Rp 8,3 triliun dan agenda pembelian kembali waran anak usahanya PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) senilai Rp 272,991 miliar yang belum dieksekusi perseroan.

Pada RUPSLB BNBR yang telah diadakan 18 Januari 2008, pemegang saham menyetujui agenda peningkatan penyertaan saham di tiga anak usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 36,9 triliun, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp 7,2 triliun, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebesar Rp 4,3 triliun, penyertaan PUT I PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sebesar Rp 1,655 triliun, penyertaan PUT II PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan pembelian kembali waran UNSP senilai Rp 272,991 miliar.

Total kebutuhan dana agenda tersebut mencapai Rp 51,318 triliun. Dananya diperoleh dari rights issue sebesar Rp 40,118 triliun, penerbitan waran BNBR sebesar Rp 2,9 triliun dan pinjaman dari Barclays Capital sebesar Rp 8,3 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi BNBR yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (11/7/2008), dari seluruh agenda yang disetujui tersebut, hanya pembelian kembali waran UNSP yang belum dieksekusi BNBR.

Meski sisa dana rights issue sebesar Rp 333,869 miliar masih disimpan di rekening BNBR di Bank Mega, namun tampaknya perseroan memilih untuk melunasi hutang ke Barclays Capital dan pembelian kembali waran UNSP yang totalnya sekitar Rp 8,572 triliun dengan menggunakan dana hasil gadai 20,26% saham BUMI ke Odickson Finance sebesar US$ 1,1 miliar.




(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads