BTEL Diburu, Timah Dikurangi

Rekomendasi Saham

BTEL Diburu, Timah Dikurangi

- detikFinance
Senin, 25 Agu 2008 10:03 WIB
BTEL Diburu, Timah Dikurangi
Jakarta - Dengan penurunan harga minyak ke US$ 114 per barel, harga komoditi lainnya juga jatuh besar, kecuali CPO yang naik tipis. Porsi saham untuk Timah bisa dikurangi sedangkan saham Bakrie Telecom (BTEL) boleh diburu untuk jangka pendek.

Panin Sekuritas dalam rekomendasi sahamnya Senin (25/8/2008) melihat saham TINS dan BTEL masing-masing memiliki pola yang berbeda.

Bakrie Telecom (BTEL),
pada hari Jumat membentuk pola candle "bullish engulfing" yang mengindikasikan peluang terjadinya bullish dalam jangka pendek. Berita rencana akuisisi sebagian saham BTEL oleh TLKM diperkirakan juga akan mendorong saham ini dalam jangka pendek.

Sementara dari Fibonacci Retracement terlihat saham ini berpeluang menuju level 300-an dalam jangka pendek. Kisaran support- resistance 240-280. Spekulasi beli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timah (TINS), membentuk pola candlestick "evening star" pada perdagangan hari Jumat yang juga  disertai oleh terbentuknya common gap. Pola candlestick tersebut mengindikasikan minat beli yang mulai berkurang. Hari ini harga komoditas timah bergerak melemah (-4.1%), yang diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham TINS. Kisaran support-resistance 2.500-2.900. Trading jual.

Berikut kabar saham yang akan menjadi perhatian investor pada perdagangan Senin ini:
  • ENRG, pada S1-08 membukukan Pendapatan Rp890M, naik +100,3% dan Laba Bersih Rp77M, turun -41.0%. Selain itu ENRG menjajaki akuisisi perusahaan migas di Indonesia.
  • BTEL, pada S1-08 membukukan Pendapatan Rp938M, naik +90,2% yoy dan Laba Bersih Rp62M, naik +59,5% yoy.
  • ANTM, akan membangun PLTU 102MW di Pomalaa Sultra, senilai USD102juta.
  • ADHI, pemerintah setuju ADHI melepas 30,1% saham di Jakarta Monorail.
  • TURI, menjual 51% saham Tunas Financindo Sarana senilai Rp290M kepada BMRI.Penjualan kendaraan nasional naik 58,55% per Juli 2008.
  • BUMI, Pengadilan Negeri akan sita 300 alat berat KPC.
  • UNTR, Pama Persada berpotensi kehilangan produksi 1,5 juta ton hingga akhir tahun akibat kasus sengketa lahan.
  • BBNI, optimistis laba naik 2x lipat.
  • BAPA, Penton International Beli 51% Saham BAPA.

Disclaimer:

Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads