"Tahun ini industri otomotif berkembang pesat. Dengan strategi multi distribusi kami optimistis target 900 pelanggan baru dapat tercapai," ujar Presiden Direktur Adira Insurance, Willy Suwandi Dharma, di hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
Menurut Willy, pertumbuhan pesat industri otomotif tahun ini merupakan anomali. Apalagi, kondisi ekonomi makro negara-negara berkembang termasuk Indonesia sedang mengalami guncangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat fenomena tersebut, Adira Insurance memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan jumlah pelanggan asuransinya, seiring dengan pertumbuhan penjualan otomotif.
"Stretagi kami dengan membentuk suatu multi distribution channel dengan bank, finance company, agency dan beberapa perusahaan yang memiliki customer, agar menjangkau lebih luas," papar Willy.
Tahun lalu, jumlah pelanggan Adira Insurance masih sebanyak 2,32 juta pelanggan. Namun tahun ini perseroan menargetkan jumlah pelanggannya menjadi sekitar 3,2 juta pelanggan.
Perolehan premi di 2007 sebesar Rp 512 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan premi sebesar 27% menjadi Rp 650 miliar.
"Hingga semester I lalu, perolehan premi sudah sekitar Rp 320 miliar. Kami optimis target premi dapat tercapai, apalagi biasanya jumlah premi masuk setelah masa-masa puasa dan lebaran," ulas Willy.
Tahun ini, Adira Insurance juga berencana meluncurkan produk baru. Namun Willy mengatakan hingga saat ini masih digodok oleh perusahaan. Produk-produk Adira Insurance antara lain: Autocillin, Autocillin Ikhlas dan Motopro. (dro/ir)











































