Indosat Siapkan Dana US$ 1,95 Miliar untuk Buyback & Capex

Indosat Siapkan Dana US$ 1,95 Miliar untuk Buyback & Capex

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2008 16:23 WIB
Indosat Siapkan Dana US$ 1,95 Miliar untuk Buyback & Capex
Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) menyiapkan dana sebesar US$ 1,95 miliar tahun ini. Dana tersebut untuk membeli kembali (buyback) dua obligasi dollar sebesar US$ 550 juta dan pendanaan belanja modal perseroan yang baru saja dinaikkan menjadi US$ 1,4 miliar.

"Total dana yang disiapkan sekitar US$ 1,95 miliar untuk capex dan buyback obligasi," ujar Direktur Keuangan ISAT, Wong Heang Tuck, usai Jumpa Pers di kantornya, Jl Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

Agenda buyback dua obligasi dollar yang masing-masing sebesar US$ 250 juta dan US$ 300 juta dilakukan terkait terjadinya perubahan susunan pemegang saham pengendali pasca akuisisi Qatar Telecom (Qtel).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan asal Timur Tengah tersebut telah mengambil alih 40,81% saham ISAT dari pemilik sebelumnya STT yang merupakan grup Temasek.

"Jadi dalam perjanjian penerbitan dua global bond tersebut, kami harus melakukan buyback jika terjadi perubahan pemegang saham pengendali," jelas Direktur Utama ISAT, Jhonny Swandi Sjam.

Oleh karena itu, perseroan saat ini sedang menunggu hasil masukan dari para pemegang obligasi dollar ISAT untuk mengetahui berapa jumlah yang akan dibeli kembali.

"Due date berakhir 16 September 2008. Setelah itu baru kami bisa memberikan angka pastinya," ujar Jhonny.

Selain agenda buyback obligasi dollar, perseroan juga masih harus merogoh kocek lantaran terjadi kenaikan anggaran capex menjadi US$ 1,4 miliar dari sebelumnya sebesar US$ 1,2 miliar.

"Kenaikan capex karena terjadi peningkatan jumlah pelanggan baru sebanyak 8 juta di semester I lalu. Jadi anggaran capex kami naikkan jadi US$ 1,4 miliar untuk memperkuat sistem jaringan," ujar Jhonny.

Komposisi pendanaannya menggunakan kombinasi kas internal, EBITDA dan pinjaman bank asing. Saat ini, total kas internal ISAT yang disimpan di bank mencapai US$ 1 miliar.

"Kas internal kami yang ada di bank termasuk hasil penerbitan obligasi Rp 1,65 triliun semester I lalu," ujar Wong.

Semester I lalu, ISAT telah menerbitkan obligasi rupiah konvensional sebesar Rp 1 triliun dan sukuk rupiah sebesar Rp 650 miliar.

"Dari ING dan DBS kami memperoleh pinjaman sebesar US$ 450 juta. Jadi total dana yang kami punya sebesar US$ 1,45 miliar," jelas Wong.

Sehubungan dengan adanya kenaikan capex dan agenda buyback obligasi, perseroan terpaksa harus mengeluarkan EBITDA yang hingga semester I lalu posisinya sebesar Rp 4,413 triliun atau setara dengan US$ 478,44 juta dengan kurs yang digunakan perseroan sebesar Rp 9.225.

"Sehingga jika digabungkan dengan EBITDA, total dana yang kami punya hampir US$ 1,95 miliar," ujar Wong.

Wong mengatakan perseroan tidak bermasalah dengan kebutuhan dana tambahan untuk agenda buyback obligasi akibat masuknya Qtel.

"Dana tidak ada masalah," jelas Wong.

Apalagi menurut Wong, dari capex yang sebesar US$ 1,4 miliar tersebut, perseroan telah memiliki pinjaman sebesar US$ 200 juta yang telah dicairkan sebelumnya.

"Jadi dari capex US$ 1,4 miliar yang untuk memperkuat jaringan sebesar US$ 1,2 miliar. Sedangkan yang US$ 200 juta itu untuk pengembangan satelit. Dananya sudah ada dari pinjaman diluar yang digalang ING dan DBS. Jadi semua kebutuhan dana tidak ada masalah," ujar Wong.   
(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads