Pelaku pasar kembali membeli saham blue chip seperti BRI namun turunnya saham Bumi dan Telkom tetap membuat IHSG negatif.
Β
Pada penutupan perdagangan saham Senin (1/9/2008) IHSG turun tipis 1,323 poin (0,06%) menjadi 2.164,620. Indeks LQ-45 turun 0,299 poin (0,07%) menjadi 449,362 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,186 poin (0,61%) menjadi 353,909.
Β Β
IHSG mengikuti pelemahan di bursa regional seperti Hang seng turun 1,67%, Seoul turun 4,06%, KOSPI turun 3,61%, Nikkei turun 1,83%, Shanghai turun 3,01%, STI Singapura turun 1,10%.
Β Β Β
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 44.027 kali, dengan volume 1,617 miliar unit saham, senilai Rp 2,407 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 102 saham turun dan 64 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.300, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.850, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.800, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 50 menjadi 2.200 dan Timah (TINS) turun Rp 75 menjadi Rp 2.500.Β Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berita penurunan inflasi tadi pagi cukup membuat pasar memberikan reaksi positif. Hal ini bisa mendorong transaksi lebih atraktif di bulan puasa tahun ini bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar analis Valbury Asia Securities, Mastono Ali, saat dihubungi detikFinance, Senin (1/9/2008).
Menurut Mastono, nilai transaksi saham di hari pertama puasa cukup lumayan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Malah bila dibandingkan dengan nilai transaksi sepanjang minggu terakhir sebelum puasa, nilai transaksi hari pertama puasa mengalami peningkatan.
"Nilai transaksi diperkirakan akan ditutup sekitar Rp 2,5 triliun hari ini. Lebih tinggi dibanding sepekan terakhir sebelum puasa yang rata-rata harian transaksi hanya sebesar Rp 1,7-2 triliun," ulas Mastono.
Namun untuk mencapai nilai transaksi normal harian di kisaran Rp 4 triliun, Mastono mengatakan akan cukup sulit dicapai sepanjang bulan puasa.
"Kalau untuk kembali ke kisaran Rp 4 triliun mungkin setelah Idul Fitri," ujar Mastono. (ir/qom)











































