"Hasil jawaban-jawaban mereka masih kami evaluasi lebih lanjut. Belum akan dibuka," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito saat dihubungi detikFinance, Rabu (3/9/3008).
Tindakan suspensi dilakukan BEI lantaran ada beberapa ketidakjelasan perihal perubahan komposisi saham perusahaan properti berkode saham BAPA tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah yang menjadi sorotan bursa adalah adanya keterkaitan kepemilikan saham Direktur Utama BAPA Budi Kartika yang menguasai 3% saham di Penton dan ternyata Penton sedang disuspensi oleh Singapore Stock Exchange (SGX) sejak 2002.
Masalah lainnya yang menjadi pertimbangan BEI adalah masuknya PT Papua Timber Jaya yang secara tiba-tiba menguasai 18,46% saham BAPA dengan melakukan pembelian dari pasar sekunder di kisaran harga Rp 130-149 per saham.
Anehnya, masuknya Papua Timber mengambil seluruh saham publik BAPA yang dimiliki asing sebesar 13,85% dan sebagian saham publik lokal sebesar 4,61%.
Dua hal tersebut menjadi sorotan BEI lantaran ketidakjelasan perubahan-perubahan komposisi saham perseroan.
Satu hari sebelum disuspensi pada perdagangan 13 Agustus 2008, harga saham BAPA di level Rp 145 per saham. (dro/ir)











































