Bakrieland Gandeng Suntech Power

Bakrieland Gandeng Suntech Power

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2008 08:07 WIB
Bakrieland Gandeng Suntech Power
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menggandeng Suntech Power asal China untuk mengembangkan teknologi energi matahari dalam proyek-proyek perseroan.

"Tujuan kami adalah mengenalkan penggunaan teknologi energi matahari yang ramah lingkungan dalam industri properti dan infrastruktur di Indonesia. Ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia," ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib.

Demikian disampaikan disela-sela penandatanganan ELTY dengan Suntech di kantor pemasaran Rasuna Epicentrum, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu Malam (3/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tahap awal, ELTY akan menggunakan teknologi asal China tersebut di proyek superblok Rasuna Epicentrum yang ditargetkan rampung tahun 2014.

Pengerjaan megaproyek Rasuna Epicentrum dibagi dalam dua tahap. Tahap satu ditargetkan rampung pada 2011 dan tahap dua rampung 2014.

Untuk pengerjaan Rasuna Epicentrum, ELTY menggandeng perusahaan kontraktor raksasa asal Dubai, Limitless LLC yang sebelumnya telah mengakuisisi 30% saham di 3 anak usaha ELTY senilai Rp 1 triliun.

"Total dana pengembangan proyek Rasuna sekitar Rp 17 triliun," jelas Hiramsyah.

Mengenai nilai kerjasama dengan Suntech, Hiramsyah belum dapat memberikan angka pastinya. Sebab perseroan masih membahas opsi-opsi penggunaan teknologi asal China tersebut.

"Saat ini kami masih dalam pembicaraan dengan Suntech untuk teknologi yang akan kami gunakan di Rasuna Epicentrum. Namun dengan asumsi kami mengambil secara maksimal, nilainya bisa mencapai 10% dari total nilai proyek," ungkap Hiramsyah.

Dengan asumsi tersebut, artinya nilai kerjasama ELTY dengan Suntech di megaproyek Rasuna Epicentrum bisa mencapai Rp 1,7 triliun.

"Rencananya, kerjasama dengan Suntech tidak hanya di proyek Rasuna, tapi di seluruh proyek kami, termasuk proyek jalan tol. Pada prinsipnya kami ingin berpartisipasi dalam mengenalkan teknologi ramah lingkungan," ujar Hiramsyah.

Suntech Power merupakan perusahaan pengembang teknologi energi matahari asal China. Salah satu proyek masterpiece milik Suntech adalah penggunaan panel-panel energi matahari di Stadion Bird Nest di Beijing yang digunakan untuk Olympiade.

Harga yang ditawarkan juga cukup murah, hanya sekitar US$ 5-6 per watt, atau sekitar US$ 5-6 juta per megawatt. Nilai tersebut memang lebih mahal ketimbang kisaran penggunaan energi batubara yang sebesar US$ 1-1,5 juta per megawatt.

"Namun dengan menggunakan panel energi matahari, tidak lagi dibutuhkan pembelian bahan bakar seperti pada penggunaan energi batubara. Jadi untuk penggunaan jangka panjang jauh lebih murah," ujar Managing Director Solpower Group Pte Ltd (Suntech), Ng Ho Seng.

Hiramsyah pun menyatakan hal senada dengan Ng Ho.

"Perhitungan kasar sementara, penghematan yang bisa kami lakukan sekitar 30-40% ketimbang menggunakan energi fosil," ujar Hiramsyah.

Suntech memang sedang membidik Indonesia untuk ekspansi usahanya. Selain ELTY, ke depan Suntech berencana melakukan kerjasama dengan perusahaan pengembang properti lainnya.

"Ke depan, tidak tertutup kemungkinan kami akan bekerja sama dengan pemain-pemain properti besar lainnya seperti Agung Podomoro, dan sebagainya," ujar Ng Ho. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads