Rp 600 Miliar/Tahun Masuk ke Labuan Bajo dari Pariwisata

Rp 600 Miliar/Tahun Masuk ke Labuan Bajo dari Pariwisata

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2016 14:00 WIB
Rp 600 Miliar/Tahun Masuk ke Labuan Bajo dari Pariwisata
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Potensi pengembangan Labuan Bajo sebagai salah destinasi wisata nasional diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Menurut Tenaga Ahli Bidang Regional Planning Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Bambang Susantono, mengatakan potensi tersebut bisa dilihat dari perputaran uang di kawasan tersebut yang masuk dari sektor pariwisata.

"Kami sudah membuat akumulasi ternyata uang yang bergerak saat ini Rp 600 miliar per tahun. Pantesan lebih 15 hotel baik (hotel berbintang) sudah ada di sana, hotel dan resort," kata dia dalam diskusi di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Perputaran uang tersebut bersumber dari belanja yang dilakukan para wisatawan selama berlibur di Labuan Bajo. Dari data yang dimilikinya, seorang wisatawan bisa melakukan belanja antara Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta sehari dengan lama waktu menetap sekitar 3-5 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini wisatawan mancanegara (wisman) Labuan Bajo mencapai 91 ribu per tahun. Tinggal dikalikan saja kalau mereka tinggal 3-5 hari. Seharinya belanja Rp 1,5 juta- Rp 2,5 juta. Itu besar sekali," tutur dia.

Dengan sejumlah pengembangan yang tengah dilakukan Pemerintah saat ini, diharapkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo bisa meningkat sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar pada perekonomian di kawasan tersebut.

"Pemerintah akan mengembangkan kawasan tersebut dengan target 500 ribu wisman per tahun pada tahun 2019," pungkas dia.

Target 500 Ribu Wisman

Dengan pengembangan yang dilakukan, jumlah kunjungan wisman ke Labuan Bajo bisa meningkat hingga 500 ribu wisatawan pada 2019 nanti.

Dengan meningkatnya jumlah wisman yang berkunjung, diharapkan perputaran uang di kawasan tersebut akan meningkat sehingga berimbas positif pada perekonomian setempat.

"Akumulasi kemungkinan pendapatannya bisa di atas Rp 20 triliun - Rp 60 triliun per tahun. Jadi Labuan Bajo itu bukan ecek-ecek," kata Bambang.

Labuan Bajo menyimpan potensi wisata yang tergolong banyak. Wisatawan bisa memperoleh paket perjalan wisata beragam cukup dengan mengunjungi satu destinasi saja.

"Dari mulai wisata di komodo, orang-orang melihat komodo sehari, diving bisa 4 sampai 9 hari, kemudian menikmati pemandangan alam, kekayaan budayanya dan lainnya," jelas dia.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenko Maritim saat ini tengah mengkoordinasikan pembangunan infrastruktur yang dilakukan sejumlah kementerian berbeda.

Dari mulai pembangunan jalan dan Jembatan hingga saran prasarana lingkungan pariwisata oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Belum lagi Kementerian Perhubungan dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan, terminal dan bandara sebagai penunjang yang meningkatkan akses wisman ke lokasi tersebut.

"Juga kementerian pariwisata dalam melakukan promosi. Sehingga semua bisa maksimal," pungkas dia. (dna/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads