d'Mentor

Mau Warung Kamu Bersaing dengan Alfamart dan Indomaret?

dtv - detikFinance
Jumat, 21 Mei 2021 18:47 WIB
Jakarta -

Nasib toko kelontong di bawah bayang-bayang toko ritel modern. Meski begitu toko kelontong dapat survive dengan konsep amati, tiru dan modifikasi (ATM- red).

"Kita harus mengamati, tiru dan modifikasi. Kalau dulu toko kelontong memuat barang gantungan dan barang ala kadarnya. Kalau retail modern lampu dipasang sebegitu banyak, otomatis produk yang dipajang kelihatan," ujar Helmika dalam acara d'Mentor: Bisnis Warung Bisa Untung Gede, Jumat (20/5/2021).

Konten kreator bisnis Helmika Manihuruk buka-bukan rahasia ketertarikan pembeli belanja di toko retail modern. Helmika jelaskan kebersihan toko hingga kelengkapan barang display menjadi daya tarik utama pembeli.

"Bayangkan pembeli kita ketika masuk mencari minuman atau produk di rak begitu pegang tetapi begitu pegang berdebu. Nah ini harus jadi perhatian kita," sambung wanita yang akrab disapa Mika.

Helmika katakan daya saing harga antara toko retail modern dengan kelontong tidak jauh beda. Oleh karenanya dengan modernisasi toko kelontong berpotensi untung besar.

"Bugdet kita untuk toko kelontong tidak terlalu banyak untuk operasional," tutupnya.

(gah/gah)