ADVERTISEMENT

Ini Loh Resiko Viral Marketing

Vandy Yansa - detikFinance
Senin, 04 Jul 2022 18:26 WIB
Jakarta -

Teknik viral marketing merupakan salah satu cara memasarkan produk di dunia digital. Namun salah langkah dalam memasarkan bisa berdampak buruk pada produk kalian.

"Yang namanya viral marketing, jadi yang mereka (holywings) lakukan viral marketing jadi high risk high return, ya resiko-nya tinggi banget bisa jadi buah simalakama," ujar Jimmi Muhtar pakar digital marketing dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (3/7/2022).

Jimmi mengaku awalnya kagum apa yang dilakukan oleh tim hollywings dalam melakukan pemasaran produk. Dia melihat konten marketing yang dibangun sukses dan menarik perhatian.

"Awalnya suka mulai dari gimik pertama sama cheff itu dan lain lain, semua sampai tinju-tinjuan sukses tiba-tiba pecah. Dan itu bukan sesuatu yang biasa, itu blunder parah kalau dari sisi aku, ak yakin mereka enggak siapkan risk management saat kejadian itu terjadi. Mungkin saat menyusun pemasaran kemarin sangat kurang matang diskusi dengan tim internal akhirnya blunder," ujarnya.

Jimmi menilai kesalahan fatal yang dilakukan holywings, tidak melakukan riset dampak resiko dari konten promo yang dilempar ke sosial media. Akibatnya hal itu menjadi blunder.

"Yang pasti harusnya dia tahu dia jualan produk yang bertentangan agama, kedua Indonesia ini kencang banget mayoritas-nya dengan agama dan religius country, terus dengan dia jual produk itu saja sudah bertentangan. Lalu dia mencoba promosi dengan sesuatu yang menyentil agama itu apalagi dua nama besar, dan itu tidak mereka perhitung-kan. Pertama mereka buat promosi di negara yang sudah jelas-jelas akan menentang itu, jadi itu faktor yang tidak diperhitungkan mereka bahwa mereka melempar di mana," ungkap Jimmi.

(edo/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT