ADVERTISEMENT

Style Trading Cuan di Masa Resesi

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 25 Jul 2022 10:34 WIB
Jakarta -

Menjadi trader saham harus peka terhadap berbagai perubahan. Bukan hanya situasi ekonomi negara sendiri, melainkan kondisi ekonomi global. Sebab, berbagai kejadian yang muncul di skala internasional sangat mungkin berimbas pada kondisi pasar saham dalam negeri.

Riyan Syahfikri seorang trader profesional menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini. Selain ilmu-ilmu ekonomi makro yang perlu dipahami, seorang trader tidak bisa hanya duduk diam menanti cuan datang sendiri kepadanya. Riyan menyebutkan, tidak ada strategi khusus untuk menjalani bisnis ini. satu-satunya cara adalah mengasah kepekaan.

"Kalau mau cuan di market sekarang ya susah lah, soalnya market lagi nggak menentu. Kemarin katanya mau resesi, tapi tiba-tiba saham di Amerika sana naik tinggi 3 hari ini," ungkap Riyan dalam d'Mentor detikcom Kamis, (20/7).

Salah satu cara untuk menekan kerugian akibat fluktuasi harga saham adalah dengan mengerem pembelian. Harus ada saving yang cukup agar ada modal untuk memainkan saham saat situasi mulai terkendali. Perhitungan-perhitungan inilah yang pada akhirnya menentukan baik-buruknya portofolio seorang trader.

"saya sendiri dalam kondisi seperti ini hanya mainkan 50% modal saya. Ini kan resikonya masih terlalu tinggi untuk trading kan. Nanti tiba-tiba ada bad news dari Amerika,terus merah lah saham kita. Susah nanti," ungkapnya.

Sementara itu Rendy Trisnandy seorang full time trader lain menyebutkan, masa-masa sulit seperti ini seseorang bisa melakukan teknik fast trading. Dengan cara ini, seorang trader hanya perlu jeli melihat naik-turun grafik harga saham.

"kalau market sekarang sih, mainnya fast trading aja sih. Kalau misalnya kita trading, ada cuan yaudah langsung kita jual. Jangan expect terlalu besar, karena biasanya sehari hijau, sehari merah jadi kita perlu cepat-cepat jual," tutup Rendy.

Saksikan juga video lengkap d'Mentor: Hidup Dari Saham, Bisa?

[Gambas:Video 20detik]



(vys/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT