Peluang Investasi Kripto Masih Seksi di Indonesia

ADVERTISEMENT

Peluang Investasi Kripto Masih Seksi di Indonesia

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 07 Nov 2022 07:01 WIB
Jakarta -

Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko menilai, peluang invetasi aset kripto masih manis di Indonesia. Meskipun nilai transaksi turun, namun jumlah pelanggan atau investor mengalami penambahan.

"Nilai transaksi di 2022 itu tidak seperti secermelang di 2021 tetapi dibanding 2020 kita jauh lebih baik. Sampai dengan September sudah sekitar 260 triliun angkat tepatnya 266,9 triliun sampai september 2022. Ini memang turun tetapi kalau kita lihat jumlah pelanggan naik, di akhir 2021 hanya sekitar 11 juta pelanggan dan sampai dengan September sudah 16,1 juta pelanggan. Jadi naiknya sudah luar biasa jadi dengan penurunan transaksi dan peningkatan pelanggan," ujar Didid dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (3/11/2022).

Didid mengatakan, bertambahnya jumlah pelanggan baru di Indonesia disebabkan oleh masih banyaknya masyarakat yang coba-coba ladang investasi aset kripto. Disamping, instrumen ini masih baru bagi masyarakat di Indonesia.

"Artinya, peminat pasar kripto bertambah banyak walaupun nilai transaksi turun," ujarnya.

Didid menilai turunnya nilai transaksi dalam investasi kripto disebabkan oleh naiknya suku bunga Federal Reserve (The Fed). Alhasil, banyak yang menjaga alur pengeluaran uang keluar dan masuk untuk investasi.

"Instrumen investasi bisa menjadi kembali ke instrumen keuangan, karena suku bunga meningkat. Sehingga minat yang tadinya coba-coba kripto kadang-kadang antara yang keuangan atau ke kripto. Jadi akhirnya ke kripto agak berkurang. Tapi kembali lagi, minatnya masih banyak," ujarnya.

Didid mengatakan meski terpengaruh suku bunga The Fed, investasi kripto masuk dalam pilihan investasi setelah saham dan kripto. Karena itu banyak investor yang memilih untuk menunggu kondisi lebih stabil.

"Ini masih jadi tujuan utama investasi, jadi kondisi keuangan global tidak menggembirakan kemudian suku bunga yang meningkat maka yang tadinya kripto beralih ke akan kembali ke sana," pungkasnya.

(edo/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT