Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mar 2017 18:41 WIB

Proyek PLTU Indramayu 2x1.000 MW Dibiayai Pinjaman Jepang Rp 53 T

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Pool/PLN Foto: Pool/PLN
Jakarta - PT PLN (Persero) terus mengebut pengerjaan megaproyek 35.000 Mega Watt (MW). Dari target tersebut, sebanyak 23.000 MW tambahan pembangkit baru dibangun di Pulau Jawa.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang, mengungkapkan salah satu pembangkit anyar yang saat ini dalam proses perencanaan yakni PLTU Indramayu 2x1.000 MW. Proyek tersebut didanai oleh JICA (Japan International Cooperation Agency).

"PLTU Indramayu sekarang tahapan penyiapan dokumen tender. Sementara untuk pendanaan itu dari JICA, pelaksanaan konstruksinya semoga bisa tahun depan dan selesai pada tahun 2021," jelas Nasri di kantor pusat PLN, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Baca juga: Kebut 35 Ribu MW, PLN Bangun Transmisi di Utara Jawa Rp 2,3 T

Diungkapkannya, PLTU Indramayu ini merupakan pembangkit yang dibangun sendiri oleh PLN. Total dana investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 4 miliar atau Rp 53, 2 triliun (kurs Rp 13.300).

"Ini merupakan pembangkit yang dibangun oleh PLN sendiri, bukan IPP (pembangkit swasta). Nilai investasinya US$ 4 miliar, dananya dari JICA," jelas Nasri.

Sementara untuk proyek pembangkit lainnya di luar PLTU Indramayu yang saat ini dalam proses tender maupun pembangunan di antaranya PLTU Jawa 1 (1x1.000 MW), PLTU Jawa 3 (2x660 MW), PLTU Jawa Tengah (2x950 MW), dan PLTU Jawa 4 (2x1.000 MW), PLTU Batang (2x1.000 MW), PLTU Cilacap (1.000 MW), dan PLTU Tanjung Jati (2x1.000 MW).

Selain pembangkit, PLN juga terus mempercepat pengerjaan transmisi listrik di Utara Jawa lewat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV. Kabel tegangan tinggi bagian dari transmisi Jawa-Bali ini membentang dari Jepara hingga Bekasi. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed