Premium Dibatasi, Pemerintah Mengaku Hemat Rp 3,8 Triliun di 2011

Premium Dibatasi, Pemerintah Mengaku Hemat Rp 3,8 Triliun di 2011

- detikFinance
Senin, 13 Des 2010 12:40 WIB
Jakarta - Pemerintah mengatakan bakal menghemat anggaran Rp 3,8 triliun dari kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi di 2011. Ini karena jumlah konsumsi premium dan solar bakal bisa ditekan signifikan.

Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam rapat bersama Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/12/2010).

"Melalui pengaturan (BBM subsidi), ini simulasi saja. Maka dampak kumulatif sampai akhir 2011 nanti adalah sebesar Rp 3,8 triliun," ujar Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan dengan kuota BBM subsidi pada APBN 2011 yakni premium 23,9 juta kiloliter (Rp 40,54 triliun) dan solar mencapai 13,08 juta kiloliter (Rp 29,3 triliun), melalui mekanisme pengaturan atau pembatasan, akan dapat menghemat sampai dengan total 2,11 juta KL mencakup premium dan solar dengan jumlah angka Rp 3,8 triliun di akhir tahun 2011.

"Kebijakan pengaturan BBM subsidi di 2011 diperkirakan akan mendapatkan penghematan sebesar Rp 3,8 triliun dari alokasi anggaran untuk subsidi BBM, BBN, dan LPG sebesar Rp 95,9 triliun," ujar Darwin.

Ia melanjutkan pelaksanaan pengaturan atau pembatasan BBM subsidi akan dilakukan secara bertahap sehingga dampak sosial dan ekonomi, terutama inflasi, diperkirakan relatif kecil.

"Penghematan ini akan direalokasikan untuk program pro-rakyat sektor energi, seperti pembangunan infrastruktur, ketenagalistrikan, infrastruktur pasokan gas bumi dan infrastruktur energi di Indonesia Timur," kata Darwin.

Selanjutnyam Darwin menyampaikan penghematan yang masih bersifat simulasi tersebut perlu dibahas dan mendapat dukungan dari instansi terkait jika nanti kebijakan pembatasan BBM subsidi tersebut dilaksanakan. (dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads