Perusahaan Asal Hong Kong Temukan Tambang Emas Baru di Martabe

Perusahaan Asal Hong Kong Temukan Tambang Emas Baru di Martabe

Akhmad Nurismarsyah - detikFinance
Selasa, 21 Des 2010 18:11 WIB
Jakarta - G-Resources, perusahaan tambang emas yang berbasis di Hong Kong berhasil menemukan zona mineralisasi emas baru di Martabe,Sumatera Utara, yang diberi nama prospek Horas. G-Resources menyatakan akan melanjutkan ekspansi program eksplorasi secara agresif sebagai salah satu strategi baru untuk mencari zona emas baru di areal Martabe tersebut.

Demikian disampaikan oleh Peter Albert, Presiden Direktur G-Resources Group Limited, melalui siaran persnya yang diterima detikFinance, Jakarta (21/12/2010).

"Kami sangat gembira dengan penemuan awal di Horas dan ini memastikan potensi kandungan emas yang besar sekali di wilayah Martabe secara menyeluruh," ujar Peter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peter mengatakan, pihak G-Resources sendiri sudah mulai mempersiapkan pengeboran di  prospek Horas. Prospek Horas yang lokasinya berjarak 3 km dari area proyek Martabe memiliki tiga lubang rig yang ketiganya ketika dibor memiliki kandungan emas.

Dilanjutkan olehnya, tiga rig bor inti sudah selesai dipasang sebagai bagian terintegrasi  dari program eksplorasi. Ketiga lubang bor ini memberikan kepastian atas potensi kandungan emas yang signifikan.

"Strategi untuk itu adalah melanjutkan ekspansi program eskplorasi secara agresif, melakukan penemuan-penemuan baru, memperluas sumber daya dan cadangan, serta terus meningkatkan pertumbuhan nilai jangka panjang bagi para stakeholder nantinya," tegas Peter.

Seperti diketahui, G-Resources adalah sebuah perusahaan tambang emas yang berbasis di Hong Kong dan terdaftar di bursa indeks saham Hongkong. Aset awal dari perusahaan tambang ini adalah proyek Martabe yang memiliki sumber daya sebesar 6,5 juta ons emas dan 66 juta ons perak.

Sedang dalam proses konstruksi, Martabe ditargetkan untuk memulai  produksi  di tahun 2011 dengan kapasitas per tahun sebesar 250,000 ons emas dan 2-3 juta ons perak berbiaya rendah sebesar US$ 280 per ons emas.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads