jelang akhir tahun 2010 (per 30 Desember 2010), sebanyak 558 SPBU di Jabodetabek sudah siap untuk jual BBM Pertamax.
Hal ini mengingat Jabodetabek adalah wilayah pertama yang akan diterapkan kebijakan pembatasan, karena dari segi infrastruktur wilayah Jabodetabek sudah siap.
Demikian disampaikan oleh VP Pemasaran BBM Ritel PT Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra pada acara sosialisasi pembatasan BBM Bersubsidi yang diadakan di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Jakarta (30/12/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiko mengatakan bahwa sisa SPBU yang belum siap nanti akan switching untuk ke tangki Pertamax. Selain itu dikatakan olehnya, masih ada beberapa SPBU yang
butuh investasi tangki.
"Adapun, untuk infrastruktur terkait depot. Sesuai dengan rodamap kebijakan pembatasan, kita tahu bahwa Jabodetabek adalah wilayah pertama yang akan
diterapkan rencana ini. Untuk Jabodetabek, depot yang memasok BBM adalah depo Plumpang, depo Cikampek, dan depo Tanjung Gerem. Masing-masing kapasitas
Pertamax di ketiga depot tersebut adalah 34150 KL untuk Plumpang, 9800 KL untuk Cikampek, dan 10000 KL untuk Tanjung Gerem," tuturnya.
Tiko menambahkan bahwa, menurut perhitungan pihak Pertamina, karena adanya kekurangan kapasitas maka di Depo Plumpang akan ada relokasi tangki. Sehingga
nanti akan ada penambahan 11000 KL.
"Untuk mobil tangki sampai saat ini masih cukup mengingat kita akan melakukan switching mengingat adanya pengalihan ke Pertamax. Maka itu akan ada peningkatan volume Pertamax. Kita, untuk mobil tangki, memiliki sebanyak (sekitar) 1200 mobil tangki, yang di situ ada 754 mobil tangki pembawa Premium dan ada 490 mobil tangki pembawa Pertamax. Rencananya di Januari nanti ada persiapan untuk switching," jelas Tiko.
(nrs/hen)











































