Demikian disampaikan oleh Deputi Umum Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) A.S Rizal Asir ketika mengadakan kunjungan kerja ke CICo di Terminal Lawe-Lawe, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (3/1/2011).
"Untuk 2011 ini, mereka (CICo) menyampaikan bahwa WP&B (Work Planing & Budgeting) yang mereka akan berusaha diraih adalah sejumlah 28.000 bph," kata Rizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini diharapkan bisa tercapai, mengingat tahun lalu CICo berhasil merealisasikan pencapaian produksi sebesar 111,88% (26.170 bph) dari target yang sudah ditetapkan APBN sebanyak 23.400 bph," ujarnya.
Terkait adanya penurunan produksi migas (natural declining) Indonesia yang mencapai 18% per tahun, CICo akan menyiasatinya melalui beberapa strategi demi mengurangi adanya penurunan produksi tersebut.
"Kita sejauh ini ada keberhasilan di beberapa lapangan dalam melakukan drilling dan workover terhadap sumur untuk kurangi decline rate hingga 5%," jelas Yanto Sianipar, VP Policy, Government, & Public Affair kepada detikFinance di tempat yang sama.
Yanto pun menambahkan sekali lagi, pengurangan penurunan produksi bisa dilakukan dengan melaksanakan komunikasi jadwal shutdown, agar bisa diselaraskan antara Pertamina dan CICo.
"Karena kan ada kerjasama gas antara Pertamina dan CICo di situ, jadi jika ada unplanned shutdown, harus diselaraskan terlebih dahulu antara keduanya," jelas Yanto.
(nrs/dnl)











































