Sales Representatif Pertamina Wilayah Riau-Kepri, Ispahani mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikFinance, Senin (10/01/2011) di Pekanbaru. Menurutnya, kelangkaan gas elpiji yang berlangsung di Pekanbaru, bukan disebabkan soal pasokan yang berkurang. Melainkan adanya spekulan yang sengaja bermain untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Ispahani memastikan, pasokan gas elpiji dari pihak Pertamina Wilayah Riau-Kepri untuk Pekanbaru tidak terjadi masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir soal kelangkaan tersebut. Karena pihak Pertamina sendiri justru menambah kuota gas elpiji 12 ton dalam sepekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakaan, kelangkaan yang terjadi ditingkat pengecer, lanjut Ispahani, disebabkan soal adanya kartu kendali untuk pembelian tabung gas 3 kg. Dengan adanya kartu kendali itu, sehingga masyarakat justru beralih dari tabung gas 3 kg untuk membeli tabung 12 kg.
“Dengan beralihnya ke tabung gas 12 kg itu, maka terjadi permintaan pasar yang sedikit melonjak. Kondisi inilah yang kita perkirakan adanya spekulan yang bermain,” kata Ispahani.
Terkait soal naiknya harga gas elpiji dari harga normal, menurut Ispahani, pihaknya juga sudah menurunkan tim ke lapangan. Tim ini akan bekerja untuk menelusuri penyebab kelangkaan tersebut.
“Tim sudah kita turunkan kelapangan untuk menelusuri soal kelangkaan tersebut. Sekarang inikan semuanya serba melonjak, harga cabai pun melambung. Kini masyarakat terbebani soal harga elipiji yang naik. Kasihan masyarakat, makanya kita turunkan tim kelapangan guna mengantisipasi lonjakan harga elipiji tersebut,” kata Ispahani.
Sebagaimana diketahui, dalam kurun dua pekan terakhir, tiba-tiba gas elpiji menghilang ditingkat pengecer. Kalaupun ada stok elpiji, harganya meroket. Dari harga normal Rp 80.000, kini gas elpiji tabung 12 kg dijual ke masyarakat seharga Rp 120.000.
(cha/ang)











































