PGN Targetkan Produksi Gas 825 MMSCFD di 2011

PGN Targetkan Produksi Gas 825 MMSCFD di 2011

- detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 14:25 WIB
PGN Targetkan Produksi Gas 825 MMSCFD di 2011
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) targetkan produksi gas sekitar 820-825 MMSCFD di tahun 2011. Angka ini tidak jauh berbeda dengan produksi tahun 2010.

“Perkiraan pada 2010, PGN memperkirakan gas yang didistribusikan sebesar 820-825 MMSCFD. Kalau untuk 2011 jumlahnya tidak akan jauh dari ini,” kata Direktur Utama PGN, Hendi Priyo Santoso ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta (2/2/2011).

Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur penyaluran gas bumi dalam negeri. Hal ini mengingat masih dirasa kurangnya alokasi pasokan LNG nasional.
 
“Untuk mengatasi krisis kekurangan pasokan gas, PGN telah berkomitmen untuk membangun fasilitas/infrastruktur gas bumi dalam bentuk Terminal Penerimaan LNG Terapung (Floating Storage and Regasification Unit/FSRU) di Jawa Barat (bersama dengan Pertamina) dan Medan,” kata Hendi.
 
Hendi menjelaskan, bahwa untuk berlangsung ke tahapan konsruksi, diperlukan adanya kepastian psokan LNG. “Sampai saat ini alokasi pasokan LNG untuk Terminal di Medan masih dalam fasilitasi oleh Dirjen Migas dan BP Migas,” katanya.
 
Kemudian, ia melanjutkan, terkait adanya kepastian alokasi tersebut, pihak PGN membutuhkan adanya dukungan dari pihak pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kebijakan untuk melakukan un-bundling atau pemisahan di antara infrastruktur dan niaga gas, menghilangkan insentif untuk membangun infrastuktur. Saat ini tidak ada juga prioritasi alokasi pasokan gas bumi untuk pihak yang telah membangun infrastruktur atau fasilitas,” jelas Hendi.
 
Menurutnya, dengan tidak adanya prioritas terhadap alokasi pasokan gas dapat menghambat pengembangan infrastuktur gas bumi di masa yang akan datang. “Diperlukan adanya pengecuain terhadap BUMN yang melaksanakan pembangunan infrastruktur seperti PGN,” ucapnya.
 
“Kita membutukan adanya dukungan supaya kebijakan pemerintah untuk memberikan prioritas pasokan kepada PGN, mengingat PGN telah membangun infrastruktur dengan kapasitas yang memadai tanpa membebani APBN. Selain itu PGN juga sudah menyalurkan untuk seluruh segmen Pelanggan, sehingga perlu dijaga untuk stabilitas dan kontinuita pasokannya,” tutur Hendi.

(nrs/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads