“Perkiraan pada 2010, PGN memperkirakan gas yang didistribusikan sebesar 820-825 MMSCFD. Kalau untuk 2011 jumlahnya tidak akan jauh dari ini,” kata Direktur Utama PGN, Hendi Priyo Santoso ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta (2/2/2011).
Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga berkomitmen untuk mengembangkan infrastruktur penyaluran gas bumi dalam negeri. Hal ini mengingat masih dirasa kurangnya alokasi pasokan LNG nasional.
“Untuk mengatasi krisis kekurangan pasokan gas, PGN telah berkomitmen untuk membangun fasilitas/infrastruktur gas bumi dalam bentuk Terminal Penerimaan LNG Terapung (Floating Storage and Regasification Unit/FSRU) di Jawa Barat (bersama dengan Pertamina) dan Medan,” kata Hendi.
Hendi menjelaskan, bahwa untuk berlangsung ke tahapan konsruksi, diperlukan adanya kepastian psokan LNG. “Sampai saat ini alokasi pasokan LNG untuk Terminal di Medan masih dalam fasilitasi oleh Dirjen Migas dan BP Migas,” katanya.
Kemudian, ia melanjutkan, terkait adanya kepastian alokasi tersebut, pihak PGN membutuhkan adanya dukungan dari pihak pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan tidak adanya prioritas terhadap alokasi pasokan gas dapat menghambat pengembangan infrastuktur gas bumi di masa yang akan datang. “Diperlukan adanya pengecuain terhadap BUMN yang melaksanakan pembangunan infrastruktur seperti PGN,” ucapnya.
“Kita membutukan adanya dukungan supaya kebijakan pemerintah untuk memberikan prioritas pasokan kepada PGN, mengingat PGN telah membangun infrastruktur dengan kapasitas yang memadai tanpa membebani APBN. Selain itu PGN juga sudah menyalurkan untuk seluruh segmen Pelanggan, sehingga perlu dijaga untuk stabilitas dan kontinuita pasokannya,” tutur Hendi.
(nrs/ang)











































