Jual Pertamax, SPBU Pertamina Takut Bersaing dengan SPBU Asing

Jual Pertamax, SPBU Pertamina Takut Bersaing dengan SPBU Asing

- detikFinance
Selasa, 08 Feb 2011 17:57 WIB
Jual Pertamax, SPBU Pertamina Takut Bersaing dengan SPBU Asing
Jakarta - Rencana pelaksanaan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi bakal berdampak buruk bagi keberlangsungan SPBU Pertamina secara jangka panjang. Karena SPBU lokal ini kalah modal dengan SPBU asing.

Demikian disampaikan oleh Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan anggor Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (8/2/2011).

"Dengan adanya pembatasan premium, ini bisa memberi implikasi yang signifikan bagi pengusaha SPBU Nasional. Dengan demikian jumlah SPBU nasional akan berkurang secara jangka panjang," kata Eri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eri menjelaskan pengurangan SPBU lokal ini secara jangka panjang akibat adanya pasar terbuka secara langsung lewat kebijakan pembatasan BBM bersubsidi.

"Melalui pasar secara langsung, menimbulkan pengalihan dari pemakaian premium ke pertamax (karena mobil plat hitam dilarang konsumsi BBM subsidi). Para pelanggan akan beralih ke pertamax ron 92. Bagi para pengusaha SPBU lokal untuk melakukan investasi ke penyediaan tangki pertamax masih dilakukan sendiri oleh mereka dan butuh modal yang besar, ini jelas akan mengeliminasi para pengusaha karena kalah dengan SPBU asing yang memiliki capital (modal) yang besar. Katakanlah dalam lima tahun, omzet penjualan mungkin berkurang dan berhadapan langsung dengan SPBU asing," jelasnya.

Eri kemudian juga menambahkan, sekarang juga sudah makin banyak SPBU (baik itu lokal maupun asing) yang lokasinya berdekatan. Jelas persaingan langsung semakin terasa.

"Jaraknya antara SPBU sekarang sudah berdempetan, jarak satu kilometer sudah ada SPBU, berseberangan jalan sudah ada SPBU. Dari pelayanan kami pun sudah berusaha mendekati masyarakat, kita beri pelayanan sebaik mungkin di SPBU kami," tambahnya.

"SPBU asing sendiri juga berencana untuk membentuk SPBU DODO (Dealer Own Dealer Operated), jadinya mereka akan datang ke Hiswana. Belum lagi masih ada masalah dengan pengusaha eceran kan. Itu harus diatur," tambah Eri.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, pihak Hiswana Migas menekankan kepada pemerintah supaya memberikan bantuan investasi supaya SPBU lokal yang membutuhkan dana untuk membeli tangki pertamax.

"Kami butuh investasi dan tambahan dana. Kami sudah sampaikan ke Bappenas dan Menkeu. Tambahan tersebut harus ada bantuan dari pemerintah. Untuk Jabodetabek saja masih ada beberapa SPBU yang ragu untuk beralih ke pertamax, karena mereka sudah investasi sendiri dan kalau nanti jadi diberlakukan (pembatasan) justru sedikit yang beli pertamax. Kan kita tahu, sejauh ini yang jual pertamax itu SPBU yang berada di daerah pusat kota. Beda halnya dengan SPBU yang ada di daerah pinggiran kan,” katanya.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads