41 Juta Hewan Ternak Jadi Potensi Energi 'Kotoran' RI

41 Juta Hewan Ternak Jadi Potensi Energi 'Kotoran' RI

- detikFinance
Selasa, 22 Feb 2011 11:22 WIB
Jakarta - Pemerintah terus mendengungkan penggunaan energi alternatif di tengah mulai menipisnya pasokan energi fosil. Kali ini 41 juta hewan ternak jadi target sumber energi biogas dari kotoran hewan.

Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Maritje Hutapea mengatakan, hewan-hewan ternak tersebut memiliki potensi biogas yang sangat besar.

"Dari data statistik 2009 dengan komposisi potensi 13 juta sapi ternak dan perah, serta 28 juta kambing, domba, dan kerbau Indonesia memiliki potensi biogas yang besar. Bukan hanya itu, dari limbah kotoran manusia juga potensial, contoh di perkotaan seperti di apartemen-apartemen dan kompleks perumahan jika diintegrasikan dari awal maka bisa menghasilkan biogas juga," tutur Maritje seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Selasa (22/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, penjualan biogas ini juga menguntungkan Indonesia dari sisi lingkungan.

Jika dikaitkan dengan isu lingkungan, di mana gas methane dalam merusak atmosfer ternyata 21 kali dibandingkan CO2, dilihat dari mekanisme perdagangan karbon, pengembangan biogas ini dari sisi materi juga dapat menguntungkan Indonesia. Hal ini sesuai dengan akan berakhirnya Kyoto Protokol, di mana negara-negara maju diminta untuk mengurangi emisi gas rumah kacanya, maka Indonesia bisa menjual karbon.

"Negara-negara maju yang diminta mengurangi emisi akan diminta pertanggung jawaban kewajiban menurunkan emisi, sehingga menjelang 2012 diprediksi akan banyak permintaan dari negara-negara akan karbon, dengan demikian ada dua keuntungan yang bisa kita dapat yaitu pasokan energi dan uang," tuturnya.

Sampai 2012 pemerintah membidik target pengembangan 8.000 unit instalasi biogas, dengan pengembangan di enam provinsi yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Yogyakarta.

"Sampai sekarang sudah 1.400 unit, tahun ini ditargetkan 3.600 unit dan tahun depan 3.000 unit," pungkas Maritje.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads