Sering Diteror, Kegiatan Pengeboran Minyak di RI Makin Tak Aman

Sering Diteror, Kegiatan Pengeboran Minyak di RI Makin Tak Aman

- detikFinance
Rabu, 02 Mar 2011 17:58 WIB
Jakarta - Gangguan keamanan di sektor hulu migas meningkat signifikan di 2010. Banyaknya sabotase, ancaman, teror, hingga pencurian membuat usaha pengeboran minyak dan gas di Indonesia makin tak aman.

Deputi Umum BP Migas A.S Rizal Asir mengatakan, sepanjang 2010 ada 1.153 kasus gangguan keamanan dihadapi kegiatan usaha migas di Indonesia.

"Gangguan operasi seperti unjuk rasa, sabotase, penghentian kegiatan operasi, dan ancaman terjadi sebanyak 486 kasus, sementara pencurian peralatan migas sebanyak 667 kejadian. Padahal, tahun sebelumnya hanya terjadi 471 kasus, yakni 116 kasus gangguan operasi dan 355 kejadian pencurian peralatan," tutur Rizal seperti dikutip dari situs BP Migas, Rabu (2/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rizal, gangguan keamanan ini juga turut mempengaruhi produksi migas di Indonesia yang terus menurun.

Rizal mencontohkan, ditutupnya fasilitas produksi di lapangan Suban, Jambi, yang dioperasikan ConocoPhillips pada awal Februari 2011 hingga saat ini karena tekanan dari masyarakat setempat. Potensi kehilangan potensinya mencapai 120 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Kejadian lain adalah pencurian minyak mentah Pertamina EP yang terjadi di jalur pipa Tempino dan Plaju. Terhitung Januari-Maret 2011, terjadi 43 kasus pencurian dengan kerugian produksi sekitar 400 barel minyak per hari.

Gangguan keamanan banyak dialami oleh kegiatan hulu migas di Sumatera Selatan. Sebanyak 50% gangguan keamanan migas dialami di Sumatera Selatan.

Karena itu BP Migas meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian Daerah untuk meminimalisasi ancaman dan gangguan tersebut.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads