ADB Kucuri US$ 500 Juta Untuk Pengembangan Panas Bumi

ADB Kucuri US$ 500 Juta Untuk Pengembangan Panas Bumi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 05 Mar 2011 13:20 WIB
Jakarta - Pemerintah mendapatkan kucuran pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sebesar US$500 juta. Dana itu akan digunakan untuk pengembangan tiga pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di dalam negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Djajang Sukarna mengatakan, tiga PLTP itu adalah PLTP Karaha Bodas (2x55 Megawatt), Sungai Penuh (1x30 MW) dan Mataloko (2x2,5 MW).

"Kita dapat kucuran dana untuk pengembangan panas bumi di tiga wilayah, dari sampai eksplorasi hingga transmisi," ujarnya di situs resmi Kementerian ESDM, Sabtu (5/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, pengucuran dana akan difokuskan pada pengembangan PLTP Karaha Bodas dan Mataloko karena wilayah kerja panas bumi Sungai Penuh masuk dalam zona hutan lindung yang tidak boleh diganggu.

"Pengembangan Sungai Penuh baru bisa dilakukan kalau dilakukan amandemen UU panas bumi, ini sedang kita persiapkan," tambahnya.

Djajang menmabahkan, tahun ini pemerintah berharap pinjaman tersebut sudah bisa ditandatangani, sehingga tahun depan bisa dikucurkan. Pasalnya, ketiga proyek ini masuk dalam proyek percepatan 10.000 Megawatt (MW) tahap kedua.

Menurutnya, PLTP Karaha Bodas akan dikembangkan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari pembangkit sampai transmisi, Sungai Penuh pengembangan oleh PGE sedangkan transmisi oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero).

Sementara Mataloko, dari hulu hingga hilir akan dikembangkan oleh PLN. "Mataloko diharapkan 2013 sudah jalan tapi Karaha jadi 2014 lah,"pungkasnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads