Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan ketika dalam rapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2011).
"Dari masing-masing kilang, memang kalau produksi avtur itu lebih dari kebutuhan, jadi masih aman. Tapi untuk premium dan solar permintaannya di atas kapasitas produksi," jelas Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi impor premium 10,28 juta KL dan pertamax 4,23 juta KL. Dengan begitu, total pasokan premium dari impor dan dalam negeri 20,86 juta KL, dan pertamax 4,69 juta KL," kata Karen.
"Total kebutuhan premium dan pertamax melebihi kemampuan penyediaan kilang dalam negeri, jadi tetap memerlukan impor," tukas Karen.
(dnl/qom)











































