Pertamina 'Terpaksa' Impor 10 Juta Kiloliter Premium

Pertamina 'Terpaksa' Impor 10 Juta Kiloliter Premium

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2011 13:06 WIB
Jakarta - Rendahnya produksi BBM di dalam negeri membuat Pertamina harus melakukan impor. Tahun ini, akan ada 10,28 juta kiloliter (KL) premium dan 4,23 juta KL pertamax yang diimpor.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan ketika dalam rapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2011).

"Dari masing-masing kilang, memang kalau produksi avtur itu lebih dari kebutuhan, jadi masih aman. Tapi untuk premium dan solar permintaannya di atas kapasitas produksi," jelas Karen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Karen, berdasarkan rencana kerja perseroan di 2011, kebutuhan konsumsi premium di dalam negeri mencapai 22,05 juta KL, lalu solar 21,2 juta KL. Namun untuk premium, kapasitas produksi di dalam negeri hanya 10,58 juta KL sehingga ada kekurangan yang harus dipenuhi lewat impor.

"Jadi impor premium 10,28 juta KL dan pertamax 4,23 juta KL. Dengan begitu, total pasokan premium dari impor dan dalam negeri 20,86 juta KL, dan pertamax 4,69 juta KL," kata Karen.

"Total kebutuhan premium dan pertamax melebihi kemampuan penyediaan kilang dalam negeri, jadi tetap memerlukan impor," tukas Karen.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads