Pemerintah Menyerah, Pembatasan Premium Diundur

Pemerintah Menyerah, Pembatasan Premium Diundur

- detikFinance
Senin, 21 Mar 2011 12:33 WIB
Pemerintah Menyerah, Pembatasan Premium Diundur
Jakarta - Rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi diundur karena pemerintah belum siap. Pemerintah sekarang hanya bisa meningkatkan pengawasan konsumsi BBM subsidi saja, tanpa sanggup melarang mobil mewah pakai premium.

Menteri ESDM Darwin Saleh mengatakan, meskipun pengaturan konsumsi premium ini diundur, pemerintah tak menaikkan harga BBM subsidi.

"Pemerintah tak menaikkan harga BBM, tapi tetap menjaga konsumsi BBM subsidi tepat sasaran dan tapat volume. Pemerintah memandang perlu mempertimbangan waktu pelaksanaan yang tepat," jelas Darwin dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara ini ada tiga usaha yang dilakukan pemerintah. Namun usaha ini masih belum jelas bentuknya. Ketiga usaha tersebut adalah:
  1. Meningkatkan pengawasan dengan penguatan kelembagaan dan sosialisasi
  2. Mengintensifkan persiapan alat kendali dan sistem pendukung
  3. Mengembangkan bahan bakar alternatif yang menjangkau.

Darwin mengatakan, saat ini konsumsi bensin jenis premium sudah meningkat 7% di atas kuota. Untuk solar 14% melebihi kuota. "Bila pengawasan tidak ditingkatkan, maka konsumsi BBM subsidi bisa melampaui 42 juta kiloliter (KL)," jelas Darwin.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah merencanakan pembatasan konsumsi BBM subsidi di Jabodetabek dimulai pada April 2011. Mobil plat hitam dan plat merah di Jabodetabek tak boleh memakai BBM subsidi.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads