Pemerintah Masih Bingung Cari BBM Alternatif

Pemerintah Masih Bingung Cari BBM Alternatif

- detikFinance
Kamis, 24 Mar 2011 14:04 WIB
Pemerintah Masih Bingung Cari BBM Alternatif
Jakarta - Adanya disparitas harga yang besar antara premium dan pertamax membuat semakin banyak warga beralih ke premium. Rencana pemerintah untuk program BBM alternatif pun masih mengalami jalan buntu.

"Untuk BBM alternatif, kita masih belum menemukan bahan bakarnya gimana. Karena ini terkait juga dengan infrastruktur, kalau infrastrukturnya tidak memungkinkan kan juga tidak bisa. Yang pasti kami belum putus asa, kita harus cari kemungkinan yang ada," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo, ketika ditemui di Hotel Mariott, Jakarta (24/3/2011).
 
Pemerintah sempat berniat mengembangkan BBM Alternatif berupa penggunaan CNG dan LGV (bahan bakar gas). Namun masalah yang masih membentur pengembangan bahan bakar alternatif berbasis gas itu adalah belum dikenal oleh masyarakat, infrastruktur yang membutuhkan waktu, hingga mahalnya pemakaian Converter Kit.

“Seperti LGV, misalnya, kita berusaha mencari jalan untuk pemanfaatan BBG LGV, dan LGV itu seperti halnya Elpiji tapi digunakan untuk mobil. Susahnya sekarang adalah kita membutuhkan Converter Kit dan kalau harga minyak naik biasanya harga LGV ikut naik,” terangnya.
 
“Memang karena disparitas harga terlalu tinggi, kami mencari jalan tengah yang terbaik. Maka itu sementara ini kami, KESDM, menginstruksikan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas) untuk memperketat distribusi di daerah-daerah dan penuhi kuota BBM,” lanjut Evita.
 
Menurutnya, sembari mencari jalan mengembangkan bahan bakar alternatif, pemerintah terus perkuat kelembagaan dengan meminta BPH Migas dan juga Pertamina untuk tingkatkan pengawasaan supaya distribusi lebih lancar dan cukup kuota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Untuk masalah BBM, kita akan melakukan uji coba terkait alat kendali. Anggarannya baru ada yang untuk uji coba namun untuk implementasi secara penuh masih kita upayakan (anggarannya),” ucap Evita.
 
“Tahun ini kita akan uji coba dengan dua cara, yaitu pemakaian alat kendali RFID serta uji coba untuk kartu bayar. Kartu bayar itu seperti halnya dengan Guest Card di Mandiri, tapi ini nanti dipakai untuk mobil. Hanya untuk BBM,” tambah Evita.

(nrs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads