Anggota DPR Tantang Pemerintah Naikkan Harga BBM Rp 1.500

Anggota DPR Tantang Pemerintah Naikkan Harga BBM Rp 1.500

- detikFinance
Senin, 28 Mar 2011 11:19 WIB
Anggota DPR Tantang Pemerintah Naikkan Harga BBM Rp 1.500
Jakarta - Pemerintah diminta untuk berani menaikkan harga BBM subsidi yakni premium dan solar sampai Rp 1.500/liter mulai Mei 2011. Untuk menahan lonjakan anggaran subsidi BBM tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR M. Romahurmuziy dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (28/3/2011).

"Mei ini, naikkan harga premium dan solar secara terbatas antara Rp 500-1.500 per liter," ujar pria yang sering disapa Rommi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan kenaikan harga BBM subsidi tersebut masuk ke dalam tiga rekomendasi yang akan disampaikan Rommi ke pemerintah sehingga anggaran subsidi BBM tak 'jebol' lagi tahun ini.

Adapun ketiga kebijakan penahan laju anggaran subsidi BBM adalah:

  1. April ini, fiksasi subsidi per liter, ambangkan harga sesuai pasar internasional. Agar masyarakat mendapatkan pendidikan risiko sekaligus fluktuasi ICP (harga minyak Indonesia) tidak membebani APBN
  2. Mei ini, naikkan harga premium dan solar secara terbatas antara Rp 500-1.500 per liter
  3. Juli ini, terapkan pengendalian BBM secara terbatas di Jabodetabek dengan menggeser angkutan pribadi kecuali angkutan barang dengan tahun 2005 ke atas hanya boleh menggunakan pertamax. Penerapannya uji segera pada April ini dengan metode-metode yang slama ini sudah diwacanakan.
"Dengan kebijakan ini pemerintah tidak menggantung nasib kebijakan. Karena biaya kegamangan kebijakan sudah sangat besar, yaitu sebesar melonjaknya biaya subsidi akibat spekulasi premium pada triwulan 1-2011 akibat kekuatiran kenaikan atau pengendalian konsumsi BBM subsidi," kata Rommi.

Menurut Rommi memang, kebijakan kenaikan harga BBM subsidi ini sudah kuat dasarnya, yaitu:

  • Sudah 5 bulan berturut-turut atau 3 bulan berturut-turut dalam tahun fiskal 2011 ICP naik melebihi 10% asumsi.
  • Prognosa harga ICP tidak akan menurun dalam waktu dekat.
  • Inflasi berada di titik terendah.
  • Negara sekawasan semua sudah merespon dengan menaikkan harga BBM.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads